RI News. Surakarta, Jum’at 6 November 2026 – Pengurus Kadang DEKAT dari Trenggalek menghadiri peringatan Tingalan Dalem Jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat. Kehadiran rombongan ini dimaknai sebagai wujud penghormatan terhadap keraton yang selama ini dipandang sebagai salah satu pusat pelestarian adat, budaya, dan tradisi Jawa. Di saat yang sama, kunjungan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara para pegiat kebudayaan Trenggalek dengan lingkungan keraton.
Peringatan kali ini memiliki arti istimewa karena merupakan yang pertama sejak Sampeyan Dalem Sinuwun Pakubuwono XIV, Kanjeng Gusti Purboyo, dinobatkan sebagai raja pada November 2025. Dengan demikian, tahun pertama masa jumenengan itu ditandai dengan prosesi peringatan yang sarat makna sejarah dan budaya.
Prosesi digelar secara sederhana dengan mempertimbangkan kondisi keraton yang sedang menjalani renovasi. Meski demikian, kesakralan dan penghormatan terhadap tradisi tetap dijaga. Tarian sakral Bedhaya Ketawang tetap dilaksanakan di area internal keraton dan tidak keluar dari kompleks utama.

Bagi Kadang DEKAT, kehadiran dalam kegiatan ini tidak semata-mata menghadiri acara seremonial. Lebih dari itu, kehadiran tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk terus membangun hubungan kebudayaan, menjaga kesinambungan tradisi, dan memperkuat jati diri masyarakat Jawa.
Kadang DEKAT memandang keraton memiliki peran penting sebagai representasi nilai-nilai luhur budaya Jawa. Karena itu, hubungan antara budayawan, tokoh adat, komunitas kebudayaan, dan keraton perlu terus dirawat melalui silaturahmi, sikap saling menghormati, serta kerja bersama dalam pelestarian budaya.
Dengan semangat “Dari Trenggalek untuk Indonesia”, Kadang DEKAT berkomitmen merawat warisan leluhur, memperkuat regenerasi budaya, serta menanamkan nilai gotong royong, toleransi, dan kebhinekaan kepada generasi muda. Upaya tersebut dipandang penting agar tradisi tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi terus hidup dalam praktik keseharian masyarakat.
Komitmen itu dirangkum dalam ungkapan “Kuncaraning bangsa dumunung haneng luhuring budaya”, yang bermakna bahwa kemuliaan bangsa bertumpu pada keluhuran budayanya. Melalui kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi, Kadang DEKAT berharap kebudayaan Jawa tetap hidup, terus berkembang, dan menjadi bagian penting dari identitas Indonesia.
Pewarta: Sugeng/Tio
Tagline: #KadangDEKAT, #Trenggalek, #KeratonSurakarta, #PakubuwonoXIV, #TingalanDalemJumenengan, #BedhayaKetawang, #BudayaJawa, #DariTrenggalekUntukIndonesia,

