RI News Portal. Jakarta – Sebuah langkah strategis dalam peta investasi energi hijau Indonesia terjadi dengan diumumkannya komitmen investasi dari Sriwijaya Capital senilai hingga 20 juta dolar AS ke dalam PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA). Injektor modal ini ditujukan untuk mendanai proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala utilitas yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System/BESS) di Sulawesi Tengah.
Founder dan Chairman Sriwijaya Capital, Arsjad Rasjid, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap momentum transisi energi nasional. “Ini lebih dari sekadar investasi; ini adalah komitmen untuk membangun ekosistem. Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa.
Investasi ini menandai debut resmi Sriwijaya Capital, yang dikenal dengan portofolio investasinya di berbagai sektor, ke dalam lanskap energi terbarukan. Pergerakan ini selaras dengan dorongan pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060, yang membuka ruang pertumbuhan signifikan bagi para pengembang energi bersih.

SESNA, yang telah beroperasi sejak 2013, bukanlah pemain baru. Perusahaan ini memiliki rekam jejak dengan lebih dari 30 MWp proyek surya yang telah beroperasi, melayani sektor-sektor seperti pertambangan, industri, dan komersial. Namun, ambisi mereka jauh lebih besar, dengan pipelinenya mencapai lebih dari 450 MWp.
Injeksi modal dari Sriwijaya Capital akan menjadi katalis utama untuk melompatkan skala operasi SESNA. Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan proyek hibrida PLTS 262 MWp yang dipadukan dengan BESS berkapasitas 80 MWh di Sulawesi Tengah. Proyek ini tidak hanya menjadi yang terbesar dalam portofolio SESNA, tetapi juga termasuk salah satu yang paling ambisius di kawasan Indonesia Timur.
“Kolaborasi ini adalah game-changer. Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar dan kompleks, sekaligus memberikan solusi listrik yang lebih stabil dan andal melalui teknologi BESS,” tegas Chief Executive Officer SESNA, Rico Syah Alam.
Baca juga : Kesiapan sebagai Kunci Keberlanjutan, Polres Tegal Siagakan Sumber Daya Hadapi Ancaman Ektrem
Analis energi melihat kemitraan ini sebagai cermin dari tren yang berkembang: modal swasta lokal mulai bergerak agresif menangkap peluang di sektor energi hijau, yang sebelumnya didominasi oleh pengembang asing atau BUMN. Kombinasi antara keahlian teknis SESNA dalam pengembangan PLTS dan kekuatan finansial serta jaringan Sriwijaya Capital dinilai dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk mendobrak tantangan pembiayaan dan konstruksi proyek berskala besar.
Keberhasilan proyek Sulawesi Tengah ini nantinya tidak hanya akan berkontribusi pada target bauran energi nasional, tetapi juga diharapkan dapat menjadi model percontohan untuk pengembangan PLTS terintegrasi BESS di pulau-pulau lain, mendukung ketahanan dan dekarbonisasi sistem kelistrikan daerah.
Pewarta : Vie

