RI News. Yogyakarta – Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., menerima audiensi perwakilan Paguyuban Nayantaka—organisasi yang menghimpun lurah dan pamong kalurahan se-Daerah Istimewa Yogyakarta—di ruang kerjanya, Jalan Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para lurah untuk menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang terbuka, sekaligus memaparkan perkembangan terkini Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah DIY. Mereka menyoroti sejumlah kendala administratif serta teknis di lapangan yang masih dihadapi dalam proses pembangunan dan operasionalisasi koperasi tersebut.
Dalam paparannya, perwakilan Paguyuban Nayantaka mengusulkan integrasi KDMP dengan kebutuhan logistik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat kelurahan/kalurahan. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat distribusi pangan lebih terencana, efisien, dan langsung memberdayakan ekonomi masyarakat desa melalui rantai pasok lokal. Selain itu, mereka berharap pemenuhan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke depan dapat dipasok melalui KDMP, sehingga mengurangi ketergantungan pada koordinasi dengan pihak eksternal yang sering menimbulkan hambatan.

Menanggapi masukan tersebut, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen TNI, khususnya Korem 072/Pamungkas, untuk terus mendampingi percepatan pembangunan KDMP sebagai bagian dari upaya mendukung program prioritas pemerintah pusat dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
Hingga saat ini, tercatat 35 lokasi KDMP di DIY dengan progres pembangunan rata-rata telah melampaui 50 persen. Meskipun dua lokasi masih menghadapi kendala, secara keseluruhan pelaksanaan berjalan lancar. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas terkait juga telah menyiapkan 40 lokasi tambahan untuk tahap ekspansi berikutnya.
Danrem menargetkan setiap lokasi KDMP dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan fokus pada percepatan proses administrasi tanpa mengorbankan kualitas konstruksi. Pembangunan dirancang bersifat padat karya, memanfaatkan material berbasis besi yang memerlukan keahlian khusus, sehingga pelibatan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama guna menciptakan multiplier effect ekonomi di tingkat desa.
Baca juga : Calon Pimpinan Polri Tingkat Menengah Kaji Sinergi Lintas Sektoral di Gunungkidul Jelang Lebaran 2026
Setelah KDMP beroperasi penuh, rencananya akan disusun Nota Kesepahaman (MoU) yang mengatur mekanisme suplai kebutuhan SPPG melalui koperasi desa tersebut. “TNI tidak terlibat langsung dalam pengelolaan operasional koperasi, tetapi kami bertanggung jawab memastikan seluruh program pemerintah berjalan lancar, aman, serta tepat sasaran bagi masyarakat,” tegas Brigjen Bambang Sujarwo.
Audiensi ini semakin memperkokoh komitmen kolaboratif antara Paguyuban Nayantaka dan Korem 072/Pamungkas dalam mendukung KDMP sebagai pilar strategis penguatan ekonomi desa dan kelurahan. Melalui komunikasi berkelanjutan dan pendekatan inklusif, diharapkan program ini dapat berjalan lebih efektif, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, serta menjadi model sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di DIY.
Pewarta: Lee Anno

