RI News. Semarang – Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H yang jatuh pada pertengahan Februari 2026, Polda Jawa Tengah menggelar langkah preventif strategis dengan melibatkan secara langsung para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan bertajuk Pembinaan Ormas dan Deklarasi Damai itu berlangsung di salah satu hotel di kawasan Srondol Kulon, Kota Semarang, pada Jumat sore (27/2/2026).
Dipimpin langsung oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jateng Kombes Pol Siti Rondhijah, acara tersebut diikuti 157 perwakilan dari 22 ormas baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Suasana dialogis dan hangat mendominasi pertemuan, dengan fokus utama memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sosial serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri mendatang.
Dalam sambutan utamanya, Dirbinmas menekankan bahwa fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum hanya akan optimal jika didukung partisipasi aktif dari tokoh masyarakat, terutama pimpinan ormas. “Ormas menempati posisi kunci sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan. Sinergi ini menjadi pondasi utama untuk memastikan situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya tegas.

Acara dilengkapi paparan dari narasumber lintas sektor. Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah, Pradhana Agung Nugraha, menyoroti urgensi sinergi kelembagaan ormas dalam menciptakan harmoni kamtibmas. Sementara perwakilan Direktorat Intelkam Polda Jateng, Kompol Muhammad Kholid (Kabag Analis Ditintelkam), menyajikan analisis mendalam beserta prediksi potensi kerawanan serta rekomendasi antisipasi dinamika sosial selama periode suci tersebut.
Tidak ketinggalan, perwakilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, AKBP Endro Wibowo (Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum), mengingatkan bahwa pendekatan persuasif harus berjalan seiring penegakan hukum yang tegas. Ia menegaskan Polri tidak akan ragu mengambil tindakan hukum terhadap oknum ormas yang melanggar aturan, sebagai pengingat bahwa kolaborasi dibangun di atas landasan kepatuhan hukum.
Dirbinmas juga mengajak para pimpinan ormas menjadi panutan di masyarakat dengan aktif mencegah potensi konflik, seperti kesalahpahaman antar kelompok, penjualan minuman keras ilegal, pembuatan serta penggunaan petasan, aksi perang sarung, hingga balap liar yang sering muncul menjelang waktu sahur. Selain itu, koordinasi dengan kepolisian diimbau bagi setiap kegiatan massa yang akan diselenggarakan, guna mengantisipasi risiko gangguan.
Baca juga : Kecamatan Jatisrono, Sentra Pertanian Jagung di Kabupaten Wonogiri
Puncak kegiatan ditandai pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Damai yang dipimpin Dirbinmas. Isi deklarasi mencakup komitmen tegas para perwakilan ormas untuk:
- Menolak segala bentuk aksi anarkis, pengrusakan, dan perusuhan masyarakat bersama Polri;
- Mendukung tindakan tegas Polri demi terciptanya situasi aman dan tertib;
- Siap melaporkan setiap ancaman atau gangguan kamtibmas;
- Mendukung program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat;
- Bersama-sama menjaga lingkungan, warga, aturan, serta amanah di wilayah Jawa Tengah.
Deklarasi ini menjadi simbol ikrar moral dan tanggung jawab sosial kolektif untuk menjaga Jawa Tengah tetap kondusif.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, AKBP Artanto, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi kedewasaan para tokoh ormas yang menunjukkan komitmen nyata. “Deklarasi damai ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi untuk aksi lapangan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk,” tuturnya.
Momentum Ramadhan diharapkan menjadi sarana mempererat persaudaraan lintas elemen masyarakat. Dengan komunikasi intensif dan sinergi yang solid antara Polri serta ormas, situasi kamtibmas di Jawa Tengah diyakini akan tetap terjaga aman dan nyaman sepanjang bulan suci hingga hari raya.
Pewarta: Nandang Bramantyo

