Skip to content
24/10/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Pembunuhan Brutal di Kebun Terpencil Jagaraga: Dugaan Penganiayaan Berujung Kematian Mengguncang Ketenteraman Pekon Sukau

Pembunuhan Brutal di Kebun Terpencil Jagaraga: Dugaan Penganiayaan Berujung Kematian Mengguncang Ketenteraman Pekon Sukau

Jurnalis RI News Portal Posted on 8 bulan ago 3 minutes read
Pembunuhan Brutal di Kebun Terpencil Jagaraga
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Pekon Jagaraga, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat—wilayah pedesaan yang selama ini dikenal dengan ritme kehidupan agraris yang tenang—dikejutkan oleh tragedi kekerasan pada Sabtu, 28 Februari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Resa ditemukan tak bernyawa di lahan kebun miliknya sendiri, dalam kondisi bersimbah darah dengan luka parah yang paling mencolok di bagian leher, disertai tanda-tanda kekerasan di berbagai bagian tubuh.

Menurut keterangan warga setempat, korban baru saja menjalani rutinitas harian seperti biasa: bekerja di kebun sejak pagi. Namun, menjelang siang, penemuan tubuhnya yang sudah kaku oleh warga sekitar langsung memicu kepanikan di komunitas kecil ini. Laporan pertama disampaikan kepada kepolisian sekitar pukul 12.00 WIB, memicu respons cepat dari tim operasional Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat.

Kasat Reskrim Polres Lampung Barat, Rudy Prawira, dalam konfirmasi langsung menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi awal mengenai seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka-luka serius. “Setelah tim tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dikonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia,” ujarnya. Jenazah Resa selanjutnya dievakuasi ke RSUD Alimuddin Umar untuk proses visum et repertum guna memperoleh bukti medis lebih lanjut.

Pemeriksaan forensik awal mengindikasikan bahwa luka di leher menjadi penyebab utama kematian, dengan dugaan kuat berupa penganiayaan berat yang berujung hilangnya nyawa. Polisi menilai peristiwa ini bukan sekadar konflik biasa, melainkan aksi yang terencana atau setidaknya melibatkan kekuatan signifikan, mengingat lokasi kebun yang relatif terpencil dan minim saksi mata langsung.

Dalam perkembangan penyelidikan, pihak kepolisian telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Kanit Jatanras untuk mengejar terduga pelaku. Identitas tersangka, menurut informasi yang dihimpun, telah berada dalam penguasaan penyidik. “Kami sedang melakukan pengejaran intensif. Kasus ini menjadi prioritas, dan kami memohon dukungan serta doa masyarakat agar kebenaran segera terungkap,” tegas Rudy Prawira.

Baca juga : Pergantian Kepemimpinan di Polres Kebumen: Penyegaran Organisasi untuk Pelayanan Masyarakat yang Lebih Prima

Tragedi ini menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga Pekon Jagaraga dan sekitarnya. Di tengah ketergantungan masyarakat pada aktivitas perkebunan sebagai sumber penghidupan utama, insiden semacam ini menyoroti kerentanan keamanan di wilayah pedesaan terpencil, di mana akses pengawasan dan pertolongan darurat sering kali terbatas. Banyak warga menyuarakan kekhawatiran akan potensi konflik tersembunyi—baik yang bersumber dari sengketa lahan, hubungan antar-tetangga, maupun faktor pribadi lainnya—yang dapat berujung pada kekerasan ekstrem.

Jenazah Resa telah diserahkan kepada keluarga setelah proses pemeriksaan medis rampung, dan kini berada di rumah duka di Pekon Jagaraga. Rencana pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, di Tempat Pemakaman Umum setempat, di tengah suasana duka yang menyelimuti komunitas.

Penyelidikan masih berlangsung, dan polisi terus mengumpulkan keterangan saksi serta bukti tambahan untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa secara lengkap. Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik ketenangan desa, ancaman kekerasan dapat muncul kapan saja, menuntut kewaspadaan kolektif dan respons hukum yang tegas.

Pewarta: Atalinsyah

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pergantian Kepemimpinan di Polres Kebumen: Penyegaran Organisasi untuk Pelayanan Masyarakat yang Lebih Prima
Next: Polisi Kebumen “Menjemput” Kebersamaan Ramadan: Patroli Ngabuburit Karangsambung Bagikan 100 Paket Takjil, Warga Sambut Hangat

Related Stories

Kapolres Melawi Minta Maaf

Kapolres Melawi Minta Maaf, Janjikan Proses Hukum Transparan atas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Dari Ladang Kerangan

Dari Ladang Kerangan, Polisi Ikut Menuai 2 Ton Jagung Hibrida untuk Menjaga Lumbung Pangan Melawi

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Polres Melawi Akui Oknum Anggotanya Aniaya Warga di Kafe

Polres Melawi Akui Oknum Anggotanya Aniaya Warga di Kafe, Pelaku Kini Ditahan di Rutan

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Pompa Air Sekolah Diduga Bocor Arus Listrik, Siswa Kelas V SD di Padangsidimpuan Tewas
  2. Zulfian andesta mengenai Regenerasi Kepemimpinan di Polda Jateng: 13 Posisi Strategis Berganti, Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” Jadi Pegangan
  3. Tukino/T.gaul mengenai Menjaga Mahkota Lumbung Pangan: Ngawi Kebut Sertifikasi Benih Padi Unggul Lokal yang Tembus 12 Ton per Hektare
  4. Warudi mengenai Gubernur Papua Pilih “Mendayung Bersama”: Tiga Transformasi Disiapkan untuk Selamatkan Fiskal Daerah yang Menyusut
  5. Yudha Purnama mengenai Ombudsman RI Petakan Kesehatan Mata Generasi Muda dari Seleksi Poltek Imipas

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Napas Sehat di Tengah Kabut Asap: GTI Bagikan Masker Gratis di Jantung Kota Manado
  • Dua Tahun Prabowo-Gibran: Fondasi Kelembagaan HAM Menguat, Ujian Sesungguhnya Ada di Lapangan
  • Hujan Buatan Jadi Andalan: Pemerintah Siasati Defisit Air Bendungan Jawa di Tengah Kemarau Ekstrem
  • Kapolres Melawi Minta Maaf, Janjikan Proses Hukum Transparan atas Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota
  • Dari Ladang Kerangan, Polisi Ikut Menuai 2 Ton Jagung Hibrida untuk Menjaga Lumbung Pangan Melawi
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by