RI News. Wonogiri – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Wonogiri menggelar acara silaturahmi sekaligus halalbihalal yang diikuti sekitar 400 relawan dari berbagai lapisan, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan antarrelawan sekaligus memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda. Di antaranya Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Sekretaris Daerah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonogiri Warjo S.Sos, serta Kepala Dinas Sosial. Ribuan relawan yang tergabung dalam FPRB turut memadati venue, menciptakan suasana keakraban yang kental di tengah semangat kebersamaan pasca-Idulfitri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi, diikuti penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, para pejabat menyampaikan sambutan-sambutan yang sarat makna. Acara ditutup dengan ikrar halalbihalal, doa bersama, serta ramah tamah yang memberikan kesempatan bagi para relawan untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Sukarno menekankan urgensi peningkatan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat dan kebencanaan. Ia menyoroti peran strategis relawan sebagai ujung tombak di lapangan dan mendorong agar komunikasi antarrelawan serta dengan masyarakat terus ditingkatkan. “Sinergi antara pemerintah daerah dan para relawan harus semakin solid. Ini bukan hanya untuk respons cepat saat bencana, tetapi juga untuk membangun ketahanan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Wonogiri Warjo S.Sos mengapresiasi terselenggaranya acara sebagai wadah efektif mempererat silaturahmi. Menurutnya, kehadiran ratusan relawan menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat jejaring komunikasi antarrelawan dan masyarakat. “Sinergitas ini sangat penting untuk mendukung stabilitas dan respons cepat terhadap situasi darurat. Relawan adalah mitra utama dalam membangun kabupaten yang tangguh bencana,” katanya.
Warjo menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antarrelawan dan masyarakat semakin solid. Dengan demikian, mereka mampu berkontribusi aktif dalam mendukung sistem komunikasi dan pelayanan kemanusiaan, khususnya di Kabupaten Wonogiri yang rawan berbagai jenis bencana alam.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi bersama tentang pentingnya kolaborasi multipihak dalam pengurangan risiko bencana. Para peserta tampak antusias, saling berbagi cerita pengalaman penanganan bencana di lapangan serta rencana kegiatan ke depan.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun, diharapkan FPRB Wonogiri semakin siap menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan daerah.
Pewarta: Nandar Suyadi

