Skip to content
22/07/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Serangan Udara Israel di Lebanon Timur Tewaskan 8 Anggota Hizbullah, Termasuk Beberapa Pejabat Lokal

Serangan Udara Israel di Lebanon Timur Tewaskan 8 Anggota Hizbullah, Termasuk Beberapa Pejabat Lokal

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 4 minutes read
Serangan Udara Israel di Lebanon Timur Tewaskan 8 Anggota Hizbullah
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News. Rayak, Lebanon – Angin perang yang semakin kencang di Timur Tengah, serangan udara Israel terhadap wilayah timur Lebanon telah menewaskan setidaknya delapan anggota kelompok militan Hizbullah, termasuk komandan lokal, pada Jumat malam, 21 Februari 2026. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan total korban tewas mencapai 10 orang, dengan 24 lainnya terluka, termasuk tiga anak-anak, meskipun tidak ada pembedaan antara militan dan warga sipil. Serangan ini menargetkan pusat komando di wilayah Baalbek di Lembah Bekaa, yang diklaim Israel sebagai upaya untuk menghentikan persiapan serangan roket Hizbullah terhadap wilayahnya. Kejadian ini bukan hanya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh, tetapi juga memperlihatkan dinamika kekuasaan yang rumit di kawasan, di mana pengaruh Iran sebagai pendukung utama Hizbullah semakin menjadi sorotan.

Secara historis, konflik antara Israel dan Hizbullah telah berakar sejak serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Gaza dan memprovokasi Hizbullah untuk meluncurkan roket dari Lebanon sebagai bentuk solidaritas. Konflik rendah intensitas itu kemudian meledak menjadi perang skala penuh pada September 2024, sebelum diredam oleh gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada November tahun yang sama. Namun, sejak itu, Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari, dengan dalih mencegah Hizbullah membangun kembali kekuatannya, sementara Hizbullah hanya mengklaim satu serangan balasan. Data menunjukkan bahwa Israel telah melancarkan lebih dari 10.000 serangan udara dan darat sejak gencatan senjata, yang menurut PBB merupakan pelanggaran berulang terhadap kesepakatan. Serangan terbaru ini tergolong salah satu yang paling mematikan, dengan korban termasuk komandan seperti Ali al-Moussawi, Mohammed al-Moussawi, dan Hussein Yaghi—putra dari salah satu pendiri Hizbullah yang dekat dengan mendiang pemimpin Hassan Nasrallah.

Reaksi dari berbagai pihak mencerminkan polarisasi yang mendalam. Dari sisi Israel, militer menyatakan bahwa serangan ini ditujukan untuk mendegradasi kemampuan roket Hizbullah, terutama di tengah persiapan kelompok itu untuk kemungkinan perang jika Amerika Serikat menyerang Iran. Sumber keamanan Israel menyebut bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengambil alih kendali Hizbullah, mempersiapkannya untuk konflik multi-front bersama milisi Syiah di Irak dan pemberontak Houthi di Yaman. Di sisi lain, Hizbullah menyatakan bahwa mereka tidak punya pilihan selain melanjutkan perlawanan, menyebut serangan Israel sebagai “eskalasi berbahaya” yang mengabaikan Resolusi PBB 1701. Presiden Lebanon mengecam serangan ini sebagai pengabaian terhadap upaya diplomatik internasional, mendesak negara-negara pendukung stabilitas regional untuk menghentikan agresi. Sementara itu, opini publik di kawasan menunjukkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas, dengan beberapa pihak menyoroti bahwa tindakan Israel justru memprovokasi pergerakan roket Hizbullah sebagai balasan.

Dari perspektif akademis, eskalasi ini tidak bisa dipisahkan dari dinamika geopolitik yang lebih besar. Upaya pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah di selatan Sungai Litani, sesuai kesepakatan gencatan senjata, telah menunjukkan kemajuan moderat, dengan penurunan serangan Israel di wilayah selatan sebagai bukti. Namun, Hizbullah menolak pelucutan senjata di utara Litani, membingkainya sebagai ancaman eksistensial terhadap komunitas Syiah, yang pada gilirannya mempersulit Tentara Lebanon untuk bertindak tanpa memicu konflik internal. Analis menilai bahwa serangan Israel di wilayah tengah dan utara Lebanon, di mana Hizbullah memindahkan persenjataannya, justru memperkuat narasi Hizbullah sebagai pelindung Lebanon dari agresi luar. Lebih lanjut, implikasi ekologis dari konflik ini sering terabaikan; serangan berulang telah menghancurkan hutan dan lahan pertanian di perbatasan Lebanon, meninggalkan bekas luka lingkungan yang mempengaruhi kehidupan ribuan warga sipil.

Baca juga : Brace Muda O’Reilly: Manchester City Pangkas Jarak dengan Arsenal di Liga Inggris

Ketegangan ini semakin memanas dengan ancaman Amerika Serikat untuk menyerang Iran jika negosiasi program nuklir gagal, yang bisa memicu perang regional melibatkan Hizbullah sebagai proksi Iran. Beberapa pengamat memperingatkan bahwa serangan seperti ini bisa memiliki konsekuensi jangka panjang, berpotensi membuka front perang baru di tengah evakuasi pasukan AS dari basis di Qatar dan Bahrain sebagai langkah pencegahan. Dalam konteks ini, stabilitas Timur Tengah bergantung pada kemampuan aktor internasional untuk menahan eskalasi, sambil mempertimbangkan aspirasi rakyat Lebanon yang semakin muak dengan konflik berkepanjangan yang merusak ekonomi dan keamanan mereka. Apakah ini awal dari babak baru perang, atau peluang untuk diplomasi yang lebih kuat? Jawabannya mungkin terletak pada seberapa cepat dukungan internasional mengalir ke Lebanon untuk melemahkan pengaruh milisi tanpa memicu kekacauan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Brace Muda O’Reilly: Manchester City Pangkas Jarak dengan Arsenal di Liga Inggris
Next: 1.000 Porsi Opor: TNI dan Warga Kebumen Menyatu dalam Kehangatan Gotong Royong

Related Stories

Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Spanyol yang Baru: Juara Piala Dunia 2026 yang Menyatukan Keindahan Permainan dan Keberagaman

Jurnalis RI News Portal Posted on 11 jam ago 0
Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Ancaman Ekologis Besar: Kebakaran Hutan Terparah di Castilla-La Mancha Hanguskan Ribuan Hektar Warisan Alam Spanyol

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Iran Terbuka Terima Usulan Mediator di Tengah Eskalasi Konflik dengan AS

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sugeng Rudianto mengenai Soliditas Polri-Kejaksaan Agung Tak Tergoyahkan oleh Kasus Korupsi Internal
  2. Wisnu mengenai Mengawal Libur Sekolah: Bandung Kerahkan 350 Petugas Gabungan Cegah Lonjakan Kejahatan Remaja
  3. Sultan Liwa mengenai Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Lintas Lembaga Hadapi Ancaman Geopolitik Multipolar
  4. Sammy Sandinata mengenai Delapan Pejuang Papua Kembali ke Pangkuan NKRI: Bendera Merah Putih Dikecup, Senjata Diserahkan di Pegunungan Bintang
  5. Sugeng Rudianto mengenai Menelusuri Jejak Pangeran Sambernyawa: Wonogiri Historical Trip Kobarkan Semangat Sejarah Generasi Muda

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Ratusan Santri Tinggalkan Pondok Pesantren Wonogiri usai Dugaan Pencabulan oleh Pimpinan yang Berstatus Polisi
  • Polres Padangsidimpuan Gerebek L300 Tenda Biru, Sita Puluhan Karton Rokok Ilegal
  • Sinergi Digital yang Menyentuh Nyata: Polda DIY dan Komunitas Jogja Menyapa Gulung Lengan Bantu Sesama
  • Dugaan Korupsi Pengadaan di Wonogiri: Bayang-Bayang Fee 10 Persen dan Lelang di Atas Kertas
  • Semangat Pengabdian Muda: 231 Calon Bintara Polri Mulai Ditempa di SPN Banyumas
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.