RI News, Gunungkidul – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Gunungkidul memasuki babak baru melalui kegiatan Safari Kamtibmas Tahun 2026. Polres Gunungkidul menggelar acara tersebut di Halaman Tengah Mapolres Gunungkidul, Senin (19/10/2026) malam, sebagai langkah akselerasi dan tindak lanjut nyata dalam mendukung Program Prioritas 100 Hari Kapolri.
Program itu bertujuan mewujudkan institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (Presisi). Dalam pelaksanaannya di daerah, pendekatan yang dikedepankan adalah “Polri Bersama Masyarakat”, yakni menempatkan warga sebagai mitra aktif dalam menjaga situasi keamanan lingkungan, bukan sekadar objek pengamanan.
Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunungkidul. Hadir Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Ketua DPRD Gunungkidul Dra. Hj. Endang Sumiyartini, M.A.P., dan Dandim 0730/GK Letkol Inf. Alfian Yudha Praniawan. Turut hadir Kajari Gunungkidul dan Ketua PN Wonosari, bersama Ketua Paguyuban Lurah “SEMAR” Suhadi, elemen Jaga Warga, para pejabat utama (PJU) Polres Gunungkidul, anggota, serta Bhayangkari.

Dalam penjelasannya, AKBP Rosana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memelihara kamtibmas di wilayah hukumnya. Ia berharap kehadiran jajaran kepolisian di tengah masyarakat dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman. “Mari bersama-sama kita jaga Gunungkidul agar tetap aman, ayem, guyub, dan tentrem,” ujarnya.
Dukungan penuh datang dari Bupati Gunungkidul. Dalam sambutannya, Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi langkah cepat Polres Gunungkidul dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal tanpa jaminan keamanan dan hubungan sosial yang harmonis.
Bupati juga menilai slogan program Kapolri sejalan dengan moto Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, yakni Ngayomi, Ngayemi, lan Ngayani. “Menjaga kamtibmas bukanlah tugas TNI dan Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa sinergi yang kuat antara Polri, Pemda, pemerintah kalurahan, Jaga Warga, dan masyarakat memungkinkan berbagai potensi kerawanan dicegah sejak dini secara humanis.
Baca juga : Menyingkap Tabir Kain Mori: Buka Cupu Kyai Panjala dan Cara Warga Mendak Membaca Tahun yang Akan Datang
Dalam rangkaian acara, Polres Gunungkidul turut menyerahkan sarana kontak secara simbolis kepada perwakilan Jaga Warga. Penyerahan itu menjadi wujud dukungan operasional bagi peran warga sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.
Secara akademis, pola kegiatan ini mencerminkan pendekatan community policing, yaitu pemolisian berbasis kemitraan yang menekankan pencegahan, partisipasi publik, dan kedekatan sosial. Kolaborasi lintas lembaga yang tampak dalam acara ini menunjukkan bahwa keamanan dipahami sebagai produk bersama antara aparat, pemerintah daerah, dan komunitas.
Pewarta: Lee anno.
Tagline: #SafariKamtibmas, #PolresGunungkidul, #PolriBersamaMasyarakat, #Presisi, #Forkopimda, #JagaWarga, #Kamtibmas2026, #Gunungkidul,
