RI News, Subulussalam, Senin 26 Oktober 2026 – Transformasi digital kini mulai menyentuh lembaga pendidikan keagamaan di Kota Subulussalam. Pemerintah kota meluncurkan secara perdana (soft launching) aplikasi Sistem Akademik dan Administrasi Dayah (SADADA) pada Kamis malam (22/10/2026). Peluncuran berlangsung di Masjid Agung Kota Subulussalam, di sela dzikir dan tabligh akbar pada malam resepsi peringatan Hari Santri Nasional ke-12.
Wali Kota Subulussalam, H.M. Rasyid, menyebut pemanfaatan teknologi informasi di era digital berperan penting dalam mempercepat arus informasi di berbagai lembaga dan perkantoran. Menurutnya, percepatan itu menjadi kemajuan tersendiri bagi dayah atau pondok pesantren di Kota Subulussalam.
Peresmian ditandai dengan penekanan sirine secara serentak. Wali Kota didampingi Ketua Mahkamah Syar’iyah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama, dan Ketua Forum Pimpinan Dayah. Kehadiran unsur lintas lembaga ini menunjukkan bahwa pengembangan tata kelola dayah dipandang sebagai agenda bersama, bukan urusan satu institusi.

Satu Platform untuk Banyak Kebutuhan
SADADA dirancang sebagai platform terpadu untuk mengelola dayah. Cakupannya meliputi administrasi akademik, kesantrian, keuangan, surat-menyurat, dan pembayaran SPP. Aplikasi ini juga memuat E-Money, sistem kasir pintar untuk transaksi di lingkungan pesantren. Selain itu, SADADA menghubungkan wali santri dengan pihak pesantren lewat layanan WhatsApp gateway.
Pendekatan terintegrasi ini dinilai dapat mengurangi pencatatan manual yang tersebar dan rentan terhadap kesalahan. Dengan satu sistem, data akademik, keuangan, dan administrasi dapat dikelola lebih tertib, sehingga pimpinan dayah, guru, dan masyarakat sama-sama terbantu dalam pengambilan keputusan.
Transparansi bagi Wali Santri
Dari sisi akuntabilitas, kehadiran SADADA membuat proses belajar mengajar lebih terbuka. Wali santri dapat memantau perkembangan anaknya secara langsung, mulai dari kemajuan hafalan, capaian prestasi, kehadiran, hingga nilai rapor yang kini dikelola secara digital. Keterlibatan orang tua dalam mengawasi proses pendidikan diharapkan semakin kuat, tanpa terhalang jarak dan waktu.
Baca juga: Wakapolres Wonogiri Ajak 500 Pelajar Jadi Generasi Melek Digital: Waspada Pinjol, Hoaks, dan Narkoba
Optimisme dan Pesan untuk Santri
Wali Kota menyatakan optimismenya bahwa dayah di Kota Subulussalam akan lebih maju dan berkembang pesat dengan dukungan SADADA. Ia juga menitipkan pesan kepada para santri agar tekun belajar, memperbanyak bacaan buku, memuliakan guru, dan memanfaatkan era digital untuk kebaikan.
Peluncuran tahap awal ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan tradisi pendidikan dayah dengan kebutuhan zaman. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, dan konsistensi pendampingan di lapangan.
Pewarta: Saran Jaulim
Tagline: #Subulussalam, #SADADA, #DigitalisasiDayah, #HariSantriNasional, #PesantrenModern, #WaliKotaRasyid, #TransformasiDigital, #PendidikanIslam,

