RI News Portal. Jakarta – Di tengah persaingan ketat antarperguruan tinggi global, pemeringkatan universitas dunia edisi terbaru telah mengungkap posisi kampus-kampus negeri di Indonesia. Evaluasi ini, yang melibatkan ribuan institusi dari berbagai belahan dunia, menyoroti kekuatan dan potensi universitas Indonesia dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi internasional. Hasil ini tidak hanya mencerminkan kualitas akademik domestik, tetapi juga menjadi panduan berharga bagi generasi muda yang tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam perjalanan pendidikan mereka.
Penilaian dilakukan melalui kerangka komprehensif yang menekankan lima pilar utama, masing-masing dengan bobot yang disesuaikan untuk mencerminkan kontribusi terhadap ekosistem pendidikan dan riset. Pilar pengajaran, yang mencakup reputasi pengajar, rasio antara staf dan mahasiswa, serta pendapatan institusi, menyumbang hampir 30 persen dari total skor. Ini menunjukkan betapa pentingnya lingkungan belajar yang mendukung dalam membentuk lulusan berkualitas.

Sementara itu, aspek penelitian—termasuk reputasi, pendapatan, dan produktivitas—menyumbang bobot serupa, menekankan peran universitas sebagai pusat inovasi. Kualitas riset menjadi elemen dominan dengan bobot 30 persen, diukur melalui dampak sitasi, kekuatan, keunggulan, dan pengaruh penelitian yang dihasilkan. Pandangan internasional, yang mencakup proporsi mahasiswa dan staf asing serta kolaborasi global, menambahkan dimensi kosmopolitan dengan bobot sekitar 7,5 persen. Terakhir, keterlibatan dengan industri—melalui pendapatan dan paten—menyumbang 4 persen, menggarisbawahi relevansi universitas dengan kebutuhan ekonomi nyata.
Berdasarkan metodologi ini, universitas negeri Indonesia menunjukkan performa yang beragam, dengan beberapa institusi berhasil menembus kelompok elit global. Universitas Indonesia memimpin dengan peringkat dunia antara 801 hingga 1.000 dan skor 35,5 hingga 38,9, menegaskan posisinya sebagai pionir dalam pengajaran dan riset nasional. Diikuti oleh Universitas Sebelas Maret yang berada di kisaran 1.001 hingga 1.200 dengan skor 32,1 hingga 35,4, kampus ini menonjol dalam produktivitas penelitian.
Baca juga : Ulasan Film: Greenland 2: Migration – Perjalanan Kelam Menuju Harapan yang Rapuh
Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran sama-sama menempati peringkat 1.201 hingga 1.500 dengan skor 27,2 hingga 32,0. Keempatnya menunjukkan kekuatan dalam kolaborasi internasional dan keterlibatan industri, meski masih ada ruang untuk meningkatkan dampak sitasi. Selanjutnya, Universitas Diponegoro, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Jember, UIN Sunan Gunung Djati, Universitas Negeri Malang, Universitas Andalas, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Negeri Yogyakarta berada di kelompok 1.501 ke atas dengan skor 10,3 hingga 27,2.
Pemeringkatan ini menggarisbawahi tren positif di sektor pendidikan negeri Indonesia, di mana peningkatan investasi riset dan kerjasama global mulai membuahkan hasil. Namun, tantangan seperti peningkatan rasio doktor dan ekspansi pendapatan industri tetap menjadi prioritas untuk mendorong posisi lebih tinggi di masa depan. Bagi calon mahasiswa, daftar ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan komitmen institusi terhadap keunggulan akademik yang berkelanjutan.
Pewarta : Yudha Purnama

