RI News Portal. Gianyar, 1 Januari 2026 – Pariwisata Bali mencatat prestasi signifikan pada tahun 2025 dengan kedatangan wisatawan mancanegara mencapai lebih dari 7,05 juta orang. Angka ini menandai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir, melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19 yang tercatat 6,27 juta kunjungan pada 2019.
Pengumuman ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan kerja Menteri Pariwisata di Puri Agung Ubud. Menurut Koster, data dari pengelola bandara hingga akhir Desember 2025 menunjukkan sekitar 7,05 juta wisatawan asing tiba melalui jalur udara, ditambah sekitar 71 ribu melalui kapal pesiar di Pelabuhan Benoa. Peningkatan ini sekitar 11,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6,3 juta melalui udara dan 53 ribu melalui laut.
“Capaian ini membuktikan ketangguhan pariwisata Bali pasca-pandemi. Kunjungan mulai pulih pada 2022, meningkat bertahap pada 2023 dan 2024, hingga mencetak rekor baru pada 2025,” ujar Koster. Ia menekankan bahwa angka tertinggi ini membantah persepsi negatif tentang penurunan minat wisatawan internasional terhadap Bali.

Meski demikian, Koster mengakui adanya penurunan pada segmen wisatawan domestik, dari sekitar 10,1 juta pada 2024 menjadi 9,28 juta pada 2025. Penurunan ini dikaitkan dengan dinamika informasi publik yang memengaruhi persepsi, meskipun realitas lapangan menunjukkan Bali tetap menjadi magnet utama bagi pelancong global.
Dalam konteks keberlanjutan, Koster menyoroti tantangan utama ke depan, yaitu kemacetan lalu lintas dan pengelolaan sampah yang semakin mendesak seiring lonjakan kunjungan. Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah provinsi berencana mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dengan dukungan pusat mulai 2026, termasuk pengembangan destinasi baru di Bali Utara seperti Turyapada Tower yang ditargetkan selesai akhir tahun, serta proyek transportasi massal bawah tanah menghubungkan bandara dengan area wisata sentral mulai April.
Sementara itu, isu sampah diharapkan tertangani melalui proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang diprioritaskan nasional. Groundbreaking dijadwalkan Februari 2026, bersamaan dengan penutupan sebagian fasilitas pembuangan akhir existing dan pemberdayaan pengelolaan berbasis komunitas.
Prestasi ini tidak hanya mencerminkan pemulihan ekonomi berbasis pariwisata, tetapi juga menegaskan posisi Bali sebagai destinasi premium dunia yang semakin berorientasi pada kunjungan berkualitas tinggi dari pasar internasional. Dengan fondasi ini, Bali diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan, menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Pewarta : Kade NAL

