RI News Portal. Padang – Taufiqur Rahman, putra sulung Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, secara resmi mengundurkan diri dari posisi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Barat. Keputusan ini diumumkan sekitar dua pekan sebelum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI digelar di Makassar pada akhir Januari 2026.
Pengunduran diri Taufiqur Rahman terjadi di tengah dinamika internal partai yang tengah mempersiapkan agenda strategis nasional pasca-Rakernas. Langkah ini menimbulkan perhatian khusus mengingat latar belakang Taufiqur sebagai figur muda yang sempat menjadi sorotan publik sejak ditunjuk memimpin struktur PSI di tingkat provinsi.
Menanggapi perkembangan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI langsung mengambil langkah antisipatif dengan menunjuk Raihan Ariatama sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PSI Sumbar. Penunjukan ini bertujuan memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di wilayah Sumatera Barat sambil menunggu penetapan ketua definitif pada periode mendatang.

“Iya, benar. Beberapa waktu lalu beliau menyatakan mundur,” kata Raihan Ariatama ketika dikonfirmasi pada Sabtu, 31 Januari 2026, bersamaan dengan penutupan Rakernas PSI.
Raihan menjelaskan bahwa alasan pengunduran diri Taufiqur Rahman bersifat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk dipublikasikan secara luas. DPP PSI, menurutnya, menghormati penuh keputusan tersebut tanpa mempersoalkan lebih jauh.
Raihan Ariatama bukan nama asing di kalangan aktivis dan politikus muda Indonesia. Berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, ia dikenal sebagai mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2021–2023. Setelah menyelesaikan kiprahnya di organisasi mahasiswa tersebut, Raihan beralih ke ranah politik dan bergabung dengan PSI. Kini, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PSI untuk periode 2025–2030.
Baca juga : Evaluasi 2025 dan Strategi 2026: Prabowo Siap Beri ‘Shock Therapy’ di Rakornas Sentul
Dengan pengalaman kepemimpinan nasional dan akar kuat di tanah Minang, penugasan Raihan sebagai Plt diharapkan dapat menjaga soliditas dan kesinambungan program PSI di Sumatera Barat. Fokus utama saat ini adalah menjalankan agenda organisasi secara konsisten, termasuk konsolidasi kader dan persiapan menghadapi tahapan politik ke depan.
Keputusan Taufiqur Rahman ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam landscape politik Sumatera Barat belakangan, terutama karena melibatkan putra seorang kepala daerah yang aktif di partai berbeda. Meski demikian, PSI menegaskan komitmennya untuk tetap bergerak maju di bawah kepemimpinan sementara yang baru.
Pewarta: Mayang Sari

