RI News Portal. Wonogiri – Menyongsong lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh sekitar pertengahan Maret 2026, Polres Wonogiri menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini bertujuan memantapkan kesiapan personel dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya.
Latihan pra operasi tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 09.40 WIB, di Aula Sanika Satyawada Mapolres Wonogiri. Acara diikuti para pejabat utama, perwira, serta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Candi 2026.
Dipimpin langsung oleh Wakapolres Wonogiri Kompol Parwanto, S.H., M.H., latihan ini juga dihadiri Kabag Ops Kompol Agus Syamsudin, S.H., Kasat Lantas AKP Julius Marlon Gawe, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam IPTU Sutarto, S.H., serta para kasatgas operasi terkait.

Dalam pemaparannya, Kompol Agus Syamsudin menjelaskan bahwa operasi akan berlangsung selama 14 hari, tepatnya mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Pendekatan utama mengutamakan langkah preemtif dan preventif, yang diperkuat dengan penegakan hukum secara terukur.
“Operasi ini dirancang untuk mendorong disiplin berlalu lintas di kalangan masyarakat, menekan angka pelanggaran serta fatalitas kecelakaan, sekaligus memperkuat kepercayaan dan simpati publik terhadap institusi Polri, khususnya Polres Wonogiri,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Intelkam IPTU Sutarto memetakan berbagai potensi gangguan yang berisiko memicu kemacetan dan kecelakaan. Faktor-faktor tersebut meliputi human error sebagai penyebab utama, lonjakan volume kendaraan, kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal, serta peningkatan aktivitas mudik dan silaturahmi masyarakat menjelang Lebaran.
Dari sisi penegakan, Kasat Lantas AKP Julius Marlon Gawe menegaskan pergeseran strategi yang signifikan. Sebanyak 95 persen penindakan akan dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara tilang manual hanya diterapkan secara terbatas sebesar 5 persen.
Baca juga : Personel Polres Wonogiri Perkuat Kebugaran dan Soliditas Lewat Olahraga Pagi Rutin
“Pendekatan tetap mengedepankan sikap humanis dan profesional. ETLE memungkinkan penindakan yang lebih obyektif, transparan, dan minim interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan friksi,” tegasnya.
Wakapolres Kompol Parwanto dalam arahannya menyoroti aspek kedisiplinan pelaporan dan koordinasi antarsatgas. Ia menekankan perlunya pemisahan yang tegas antara tugas operasi khusus dan kegiatan rutin kepolisian sehari-hari.
“Keberhasilan tidak hanya dilihat dari aksi di lapangan, melainkan juga dari ketepatan data dan kelengkapan laporan. Soliditas dan sinergi seluruh personel menjadi kunci utama,” katanya.
Terpisah, Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menyatakan bahwa latihan pra operasi ini merupakan tahap krusial untuk menyamakan visi dan meningkatkan kesiapan.
“Dengan persiapan matang ini, diharapkan Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat berjalan secara optimal, berorientasi pada keselamatan publik, serta memberikan dampak nyata dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib selama periode mudik Lebaran,” pungkasnya.
Pewarta: Nandang Bramantyo

