RI News Portal. Wonogiri – Komitmen Polri dalam membangun institusi yang bersih, transparan, dan akuntabel kembali ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi Whistleblowing System (WBS) di Polres Wonogiri, Rabu (4/2/2026). Acara yang berlangsung di Aula Sanika Satya Wada tersebut dihadiri sekitar 50 peserta, terdiri dari anggota Polres Wonogiri serta perwakilan Polsek jajaran.
Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kompol Bowo Kristanto, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Sosialisasi WBS dari Subbid Paminal Bidpropam Polda Jawa Tengah. Materi yang disampaikan menyoroti mekanisme pelaporan resmi dan terlindungi bagi dugaan pelanggaran disiplin, kode etik profesi, hingga tindak pidana yang melibatkan anggota Polri.
Dalam sambutannya, Kasi Propam Polres Wonogiri AKP Anas Abdillah, S.H., M.H., menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap WBS menjadi fondasi penting bagi penguatan pengawasan internal. “Sistem ini bukan sekadar alat pelaporan, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik-praktik menyimpang. Setiap personel diberi ruang aman untuk melapor secara bertanggung jawab, tanpa rasa takut akan pembalasan,” ujarnya.

Pemaparan materi oleh Kompol Bowo Kristanto semakin memperjelas fungsi WBS sebagai kanal resmi pelaporan berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari korupsi, gratifikasi, pungli, hingga penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan bahwa kerahasiaan identitas pelapor dijamin sepenuhnya, disertai perlindungan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar anggota Polri merasa terlindungi dan termotivasi untuk turut menjaga marwah institusi.
Mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., Kasihumas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menanamkan budaya integritas di lingkungan kerja. “Dengan pemahaman yang baik terhadap WBS, diharapkan setiap personel tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga berani menjadi bagian dari sistem pengawasan diri. Ini krusial untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai penegak hukum yang profesional,” katanya.
Baca juga : KPK Dalami Jejak Keuangan Ridwan Kamil di Luar Negeri: Informasi Warganet Jadi Bahan Penguatan Penyidikan
Kegiatan berjalan secara aman, tertib, dan kondusif, dengan peserta aktif mengikuti diskusi serta sesi tanya jawab. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pemahaman tersebut dalam tugas sehari-hari, sehingga pengawasan internal semakin efektif dan pelanggaran dapat dicegah sejak dini.
Upaya seperti ini mencerminkan langkah konkret Polri di tingkat daerah untuk terus memperbaiki kinerja internal, sekaligus memperkuat citra positif di mata publik.
Pewarta: Nandang Bramantyo

