RI News. Melawi, 23 September 2026 – Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi memimpin langsung tim gabungan yang berhasil memadamkan titik api di lahan warga Desa Tanjung Sari. Sinergi cepat antara aparat, Brimob, dan masyarakat terbukti efektif mengendalikan ancaman di musim kemarau.
Desa Tanjung Sari, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi—Jajar Polres Melawi melalui Polsek Nanga Pinoh kembali menunjukkan komitmen tinggi dalam penanganan Karhutla. Pada Selasa malam (22/9/2026), tim gabungan langsung bergerak setelah menerima informasi titik api di koordinat -0.386478, 111.678493. Kegiatan pemadaman dipimpin Kapolsek Iptu Jamidi dengan melibatkan lima personel BKO Brimob, empat personel Polsek Nanga Pinoh, serta sekitar 20 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung Sari. Proses pemadaman dilanjutkan dengan penggunaan cairan X-Fire yang dicampur air untuk mempercepat kontrol api.

Kapolsek Jamidi menegaskan pentingnya kecepatan penanganan. “Setiap adanya informasi titik api akan segera kami tindak lanjuti bersama personel dan masyarakat. Penanganan dilakukan secara cepat dan bersama-sama agar api tidak meluas serta dapat meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujarnya. Pendekatan ini bukan hanya soal pemadaman, melainkan juga pencegahan berkelanjutan. Selain mengendalikan titik api, jajaran Polsek Nanga Pinoh terus mengintensifkan pemantauan dini terhadap potensi panas dan kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Nanga Pinoh, Pinoh Utara, serta Pinoh Selatan.
Baca juga : Kapolres Melawi Tekankan Synergi Polri untuk Ketahanan Pangan di Tengah Musim Kemarau Panas
Sinergi dengan masyarakat menjadi pilar utama. Edukasi rutin tentang bahaya membakar lahan dilakukan agar warga sadar pentingnya menjaga lingkungan. Polres Melawi melalui Polsek jajaran kini semakin menggandeng MPA sebagai garda terdepan pencegahan Karhutla. Imbauan ini diarahkan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan melaporkan dini setiap temuan titik api. Dengan pendekatan ini, potensi kerusakan lingkungan dan dampak sosial dapat ditekan secara signifikan.
Kasus di Desa Tanjung Sari ini menjadi contoh nyata bahwa respons cepat bukan sekadar insiden, melainkan strategi preventif yang terintegrasi. Keberhasilan operasi malam itu membuka ruang harapan bagi wilayah yang rawan Karhutla, terutama di tengah pola cuaca yang semakin ekstrem. (Diterbitkan atas permintaan Pembaca)
Pewarta: Lisa Susanti
Tagline: #Respons Cepat, #Pemadaman Efektif, #Sinergi Masyarakat, #Pencegahan Karhutla, #Keamanan Lingkungan,
