RI News. Kediri, 23 September 2026 – Di tengah hiruk-pikuk kota yang sibuk, Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri menyimpan satu cerita yang begitu menyentuh. Marfelino Dhuha Saputra, siswa kelas 5 SD berusia hanya 11 tahun, tak hanya mengasuh adik-adik, mengerjakan PR, dan belajar dengan tekun. Bocah itu juga menjadi pengganti ibu untuk merawat sang ibu yang mengalami kelumpuhan. Tanggung jawab ganda itu terasa ringan berkat semangat yang ia miliki, namun di baliknya tersembunyi beban yang tak terlihat.
Kisah Marfel yang mulai menyebar luas di masyarakat akhirnya mendapat perhatian langsung dari aparat setempat. Senin, 22 September 2026, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., selaku Kapolres Kediri, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Ny. Ika Latif, Wakapolres Kediri, dan Kasat Lantas mendatangi rumah sederhana keluarga Marfel. Kunjungan yang berlangsung hangat itu dimulai dengan bercanda ringan di depan pintu, diikuti obrolan langsung dengan bocah yang kini berusia 11 tahun itu.
Kapolres bukan sekadar bertemu. Ia duduk di samping Marfel, mendengar langsung cerita tentang rutinitas pagi-malam sang ibu, jadwal sekolah yang tetap dijaga, dan harapan kecil bocah untuk menjadi seorang dokter nanti. “Kamu hebat sekali, Marfel. Tapi jangan lupa istirahat,” ujar AKBP Wahyudin dengan suara lembut namun tegas. Dukungan moril itu langsung terasa menyentuh hati si bocah.

Tak berhenti di situ, Kapolres bersama rombongan menyambut Marfel dengan berbagai bantuan nyata. Tali asih berupa kebutuhan pokok sehari-hari dan beberapa perangkat elektronik yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan belajar dan rumah tangga diserahkan langsung. Marfel menerima semuanya dengan mata berbinar, suaranya bergetar saat mengucapkan terima kasih. “Terima kasih Polres, terima kasih Bapak Kapolres. Saya janji akan tetap belajar dan merawat ibu.”
AKBP Wahyudin Latif menegaskan, “Ini bukan sekadar program bantuan. Polri hadir di tengah masyarakat untuk mendengar langsung keluhan warga. Komunikasi itu lebih penting daripada sekadar memberi. Marfel adalah teladan kecil bagi kita semua. Di usia 11 tahun ia sudah menunjukkan tanggung jawab luar biasa. Dukungan dari Bhayangkari dan seluruh jajaran kami diharapkan menjadi penyemangat agar ia tetap kuat menghadapi perjuangan ini.”
Kunjungan tersebut bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi bukti nyata bahwa Polres Kediri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga siap mendampingi masyarakat yang sedang kesulitan. Kehadiran Kapolres, Bhayangkari, dan unsur lain di rumah biasa itu menciptakan suasana seperti keluarga besar. Marfel kini tahu bahwa di tengah tugas beratnya merawat ibu dan sekolah, masih ada tangan-tangan baik yang peduli.
Bagi keluarga Marfel, kunjungan ini bukan sekadar hari biasa. Mereka merasakan kehangatan yang hilang karena tugas sehari-hari. Bagi Marfel sendiri, mungkin kunjungan itu hanya sebentar, namun bagi jutaan orang yang mendengar kisahnya, perhatian itu menjadi inspirasi. Di usia yang masih sangat muda, bocah itu berhasil membuktikan bahwa tanggung jawab tak selalu menghancurkan—ia bisa menjadi kekuatan yang menginspirasi.
Pewarta: Alex Franico
Tagline: #MarfelPahlawanKecil, #TanggungJawabDuaPeran, #KapolresKediriDatang, #DukunganMoril, #InspirasiBocahKediri,
