RI News Portal. Semarang – Dalam upaya memperkuat kesiapan menghadapi lonjakan aktivitas lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polda Jawa Tengah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) khusus untuk Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini diikuti oleh para pejabat kunci bidang operasional, lalu lintas, intelijen, dan humas dari 35 polres di wilayah hukum Polda Jateng.
Acara berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 08.00 WIB, di Gedung Borobudur Markas Polda Jawa Tengah. Pembukaan resmi dilakukan oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman, yang didampingi Karo Ops Kombes Pol Basyaradyananda, Direktur Lantas Kombes Pol Pratama Adhyasastra, Kabid Humas Kombes Pol Artanto, serta sejumlah pejabat utama lainnya.
Brigjen Pol Latif Usman dalam arahannya menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, tepatnya mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara tegas namun humanis terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan.

“Operasi ini menjadi tahap krusial menuju Operasi Ketupat Candi 2026 di bulan Maret nanti, yang akan mengamankan arus mudik-balik serta seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri,” ujar Brigjen Latif Usman. Ia menambahkan, tujuan utama adalah meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat, menekan angka fatalitas korban kecelakaan, serta mengurangi pelanggaran secara signifikan demi terciptanya situasi kamtibcar lantas yang kondusif.
Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, operasi ini dimaknai sebagai momentum membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di sektor lalu lintas. “Kerjakan dengan hati, profesional, dan pendekatan humanis. Itu kunci utama,” pesan Wakapolda kepada seluruh personel.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan akurat terhadap titik rawan kecelakaan dan blank spot di jalur-jalur utama. Upaya tersebut meliputi pemasangan rambu lalu lintas tambahan, peningkatan peringatan, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang keselamatan berkendara. Khusus untuk jalur mudik dan balik—baik tol maupun arteri—kesiapan infrastruktur pendukung seperti pos pelayanan dan fasilitas istirahat harus diprioritaskan.
Baca juga : Ancaman Tersembunyi di Balik Kedekatan: Child Grooming Mengancam Ketahanan Keluarga Indonesia
Sebagai contoh inovasi pelayanan, Brigjen Latif mengingatkan pengalaman positif di Brebes tahun sebelumnya, di mana layanan valet ride bagi pemudik motor terbukti efektif mengurangi risiko kelelahan. “Mulai sekarang, layanan semacam itu harus disiapkan lebih matang dan disosialisasikan luas kepada masyarakat,” tegasnya.
Menutup sesi arahan, Wakapolda mengajak seluruh peserta Latpraops untuk mengikuti pelatihan dengan penuh keseriusan, menyerap setiap materi, dan mempersiapkan pelaksanaan operasi secara optimal. Harapannya, keberhasilan Operasi Keselamatan Candi 2026 dapat menjadi fondasi kuat bagi Operasi Ketupat Candi 2026 yang lebih besar, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat keamanan, kelancaran, dan kenyamanan dalam perjalanan.
Pewarta: Nandang Bramantyo

