RI News. Gunungkidul – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, menyebabkan sebuah pohon kelapa roboh dan menimpa rumah milik Ngatimin (65), warga Dusun Tirisan A, RT/RW 04/01, Kalurahan Pringombo.
Insiden ini terjadi di samping rumah korban, sehingga atap dan sebagian struktur sisi kiri bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, rumah tersebut masih layak huni karena kerusakan tidak menjalar ke bagian utama tempat tinggal. Estimasi kerugian material akibat kejadian ini mencapai sekitar Rp5 juta.
Setelah mendapat laporan dari warga, aparat Kalurahan Pringombo bersama Babinsa setempat dari Koramil 09 segera bergerak ke lokasi. Mereka berkoordinasi dengan warga dan relawan untuk melakukan pembersihan serta pemotongan batang pohon yang menimpa atap rumah. Proses evakuasi dan penanganan darurat berjalan cepat guna meminimalkan risiko lebih lanjut.

Serma Surono, Babinsa Kalurahan Pringombo, saat ditemui awak media membenarkan kronologi kejadian. “Benar, rumah Bapak Ngatimin tertimpa pohon kelapa yang tumbang karena hujan deras disertai angin kencang,” ujarnya.
Peristiwa ini sejalan dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian wilayah DIY akhir Februari 2026, sebagaimana diprakirakan BMKG dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di Gunungkidul dan sekitarnya. Curah hujan tinggi yang dipicu faktor atmosferik seperti shearline dan zona konvergensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk pohon tumbang di area permukiman.
Baca juga : Nelayan Trenggalek Hilang di Laut Selatan: Kapal Manis Rizky 59 Terbalik di Karang Pantai Watumandi
Lurah Pringombo, Ermina Kristiani Susanti, menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh warga. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan tindakan preventif. “Sebagai Lurah Pringombo, saya menghimbau kepada warga agar lebih proaktif. Pohon besar yang berada dekat rumah sebaiknya segera ditebang secara sukarela dan dengan penuh kesadaran, demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Kasus pohon tumbang akibat cuaca ekstrem belakangan ini kerap terjadi di wilayah karst Gunungkidul, yang tanahnya rentan terhadap erosi saat hujan lebat. Masyarakat diminta terus memantau prakiraan cuaca dan menjaga lingkungan sekitar rumah dari potensi bahaya serupa.
Pewarta: Lee Anno

