Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Pesantren Didorong Kembangkan Tradisi Intelektual Kritis Berbasis Turats

Pesantren Didorong Kembangkan Tradisi Intelektual Kritis Berbasis Turats

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 2 min read
Pesantren Didorong Kembangkan Tradisi Intelektual Kritis Berbasis Turats
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 4 Oktober 2025 – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pesantren untuk mengembangkan tradisi intelektual kritis berbasis turats melalui pendekatan multidisipliner, mencakup semantik, filologi, hingga antropologi. Langkah ini dianggap penting agar khasanah klasik Islam tetap hidup dan relevan dengan tantangan zaman.

“Tidak semua kitab kuning bisa disebut turats. Kitab turats adalah karya ulama mumpuni yang menghayati filosofi dasar Al Quran dan hadis, serta mampu mengangkat martabat kemanusiaan dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Menag Nasaruddin saat membuka Halaqah Internasional bertema Transformasi Sosio-Ekologis dan Solusi Epistemologis Berbasis Turats di Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/10).

Dalam pandangannya, tradisi iqra’ (baca) dalam Islam harus dipahami secara komprehensif, sebagaimana diperintahkan Al Quran. Nasaruddin menjelaskan, ada tiga objek utama bacaan bagi seorang Muslim, khususnya santri: alam semesta (makro kosmos), ayat-ayat yang merasuk dalam diri manusia (mikro kosmos), dan kitab suci Al Quran sebagai wahyu.

“Iqra’ tidak hanya melafalkan huruf, tetapi juga menghimpun. Seperti pohon yang menghimpun akar, batang, daun, dan buah, manusia adalah himpunan sempurna yang mencerminkan makro kosmos,” katanya, merujuk pandangan Ibnu Arabi bahwa manusia adalah cerminan sejati makro kosmos, bukan sekadar alam semesta.

Namun, ia menegaskan bahwa pesantren tidak boleh terpaku pada bacaan tekstual semata. Al Quran, menurut Nasaruddin, bukan hanya kitabullah (petunjuk universal), tetapi juga kalamullah (firman Allah) yang menuntut ketaqwaan dan kedalaman spiritual untuk memahaminya. “Jangan bangga hanya karena hafal atau mampu menafsirkan Al Quran. Ada lapisan terdalam, yaitu haqaiq Al Quran,” ujar Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Ia memaparkan empat tingkatan bacaan Al Quran: teks Al Quran, isyarat Al Quran, lathaif Al Quran, dan haqaiq Al Quran. Pendekatan ini, menurutnya, harus diperkaya dengan kesadaran kritis terhadap realitas sosial dan ekologis, dengan turats sebagai fondasi epistemologis. “Membaca Al Quran berarti membaca alam, membaca diri, lalu mengkonfirmasikan semuanya dengan wahyu. Ini adalah tradisi ilmiah pesantren yang harus terus dikembangkan,” tegasnya.

Baca juga : PWI Pusat 2025-2030: Membangun Ekosistem Pers Nasional yang Sehat dan Digital

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyoroti pentingnya kontekstualisasi maqashid al-syariah agar agama tetap relevan. Ia mencontohkan bab thaharah dalam fikih, yang sering dipahami secara sempit. “Menjaga air adalah bagian dari thaharah. Ini berarti menjaga kebersihan dan lingkungan juga merupakan ibadah. Inilah ekoteologi berbasis turats,” ujarnya.

Suyitno menambahkan, pesantren memiliki peran strategis dalam melahirkan fikih yang responsif terhadap isu modern, termasuk krisis lingkungan. “Halaqah ini diharapkan melahirkan gagasan yang menjadi rujukan kebijakan publik, dengan turats sebagai fondasi dan realitas sebagai ladang praksis,” katanya.

Halaqah Internasional ini menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan intelektual Islam yang dinamis, responsif, dan berpijak pada nilai-nilai klasik sekaligus kontekstual.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: PWI Pusat 2025-2030: Membangun Ekosistem Pers Nasional yang Sehat dan Digital
Next: HUT TNI ke-80 di Monas: Atraksi Alutsista dan Ajakan Wakil Gubernur

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 17 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 18 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.