
RI News Portal. Singkawang, 29 Agustus 2025 – Angka stunting di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan sepanjang 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, prevalensi stunting turun dari 15,23 persen pada April menjadi 15,13 persen pada Mei, dan kembali menurun menjadi 14,9 persen pada Juni. Capaian ini mencerminkan keberhasilan intervensi serentak dalam pemantauan dan pengukuran balita yang dilakukan secara konsisten.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Achmad Hardin, menyatakan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari evaluasi intervensi serentak yang dilaksanakan pada Mei dan Juni 2025. “Upaya ini menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari peningkatan signifikan cakupan pemantauan balita, dari 42,48 persen pada April menjadi 65,5 persen pada Mei, dan 61,16 persen pada Juni,” ujar Hardin di Singkawang, Jumat (29/8).

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Singkawang memberikan penghargaan sebesar Rp1 juta kepada 14 kelurahan yang berhasil mencapai cakupan pemantauan balita di atas 80 persen. Tiga kelurahan bahkan mencatat capaian maksimal dengan cakupan 100 persen. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada perbaikan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM). “Percepatan penurunan stunting harus menjadi agenda prioritas karena menyangkut kualitas generasi penerus bangsa,” tegas Hardin.
Selain penurunan stunting, Singkawang juga mencatat prestasi lain dengan meraih sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Kota ini menjadi daerah kedelapan dari 514 instalasi farmasi pemerintah di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi tersebut. Menurut Hardin, penerapan CDOB menjamin mutu obat-obatan yang beredar, mulai dari pengadaan, penyimpanan, penyaluran, hingga pengembalian, sesuai standar yang ditetapkan. “Prinsip CDOB memastikan obat yang sampai ke masyarakat aman dan berkualitas,” katanya.
Baca juga : Reses Kelurahan Wek III: Warga Sampaikan Keluhan Bansos, Narkoba, dan Infrastruktur
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyampaikan apresiasi atas capaian ganda ini. Ia menilai keberhasilan menekan stunting dan penerapan CDOB mencerminkan komitmen kuat daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Semua ini tidak instan. Dengan kekompakan dan kerja sama lintas sektor, hasilnya akan baik,” ujarnya.
Muhammadin menegaskan bahwa stunting tetap menjadi isu strategis yang memerlukan perhatian serius. Ia menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk memastikan program penanganan stunting berjalan efektif. “Kerja sama lintas sektor dan komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan,” tambahnya.
Capaian ini menjadi langkah penting bagi Singkawang dalam mendukung visi nasional untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Dengan pendekatan terintegrasi dan evaluasi yang konsisten, kota ini terus berupaya menjadi teladan dalam penanganan stunting dan pengelolaan kesehatan masyarakat.
Pewarta : Eka Yuda
