Skip to content
06/09/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Penindasan Pasca-Kerusuhan: Jejak Darah dan Penangkapan Massal Mengguncang Iran

Penindasan Pasca-Kerusuhan: Jejak Darah dan Penangkapan Massal Mengguncang Iran

Jurnalis RI News Portal Posted on 7 bulan ago 3 minutes read
Jejak Darah dan Penangkapan Massal Mengguncang Iran
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Cairo – Lebih dari sebulan setelah gelombang protes nasional yang mengguncang Iran pada akhir Desember 2025, aparat keamanan terus menjalankan operasi penyisiran besar-besaran. Ribuan warga—mulai dari mahasiswa hingga dokter, pengacara, hingga tokoh reformis—masih ditangkap secara bertahap, sering kali tanpa proses hukum yang jelas.

Protes yang bermula dari kemarahan atas ambruknya nilai rial, inflasi yang melonjak, dan kelangkaan kebutuhan pokok dengan cepat berubah menjadi tuntutan politik radikal. Demonstran di lebih dari 190 kota dan desa menyerukan akhir dari sistem teokrasi yang telah berkuasa selama hampir setengah abad. Puncak kerusuhan terjadi pada 8–9 Januari 2026, ketika ratusan ribu orang turun ke jalan secara serentak.

Respons pemerintah bersifat luar biasa keras. Pasukan keamanan menggunakan kekerasan mematikan, termasuk senjata api dan senjata terlarang lainnya, yang menurut laporan kelompok hak asasi menyebabkan ribuan korban jiwa—angka yang jauh melampaui pernyataan resmi pemerintah yang hanya menyebut sekitar 3.117 orang tewas. Organisasi seperti Human Rights Activists News Agency (HRANA) memperkirakan korban tewas mencapai lebih dari 7.000 orang, sementara beberapa sumber independen bahkan menyebut angka lebih tinggi lagi.

Penangkapan massal menjadi ciri utama fase pasca-protes. Agen keamanan memanfaatkan rekaman kamera pengawas jalanan, CCTV toko, hingga citra drone untuk melacak identitas peserta demonstrasi. Mereka kemudian melakukan penggerebekan rumah ke rumah, sering pada dini hari, untuk menangkap individu yang dicurigai. Banyak tahanan ditahan tanpa akses komunikasi selama berminggu-minggu, tanpa hak bertemu keluarga atau pengacara—kondisi yang oleh para aktivis disebut sebagai “penghilangan paksa”.

Data dari komite pemantau independen di luar negeri mencatat lebih dari 2.200 nama tahanan yang telah diverifikasi, termasuk 107 mahasiswa, 82 anak di bawah umur (termuda berusia 13 tahun), 19 pengacara, dan 106 dokter. HRANA memperkirakan total penangkapan telah melampaui 50.000 orang, dengan penahanan masih berlanjut setiap hari. Pemerintah Iran sendiri hanya mengakui ribuan penangkapan, jauh lebih rendah dari estimasi independen.

Penindasan tidak berhenti pada demonstran biasa. Belakangan ini, aparat menargetkan tokoh-tokoh reformis terkemuka, termasuk pimpinan koalisi reformis utama serta mantan diplomat dan anggota parlemen senior. Penangkapan ini dilakukan dengan tuduhan “mengganggu ketertiban politik dan sosial” serta dugaan keterkaitan dengan kepentingan asing, meskipun tuduhan tersebut belum dibuktikan secara terbuka.

Baca juga : Generasi Muda Afrika Menuntut “Reuni yang Hilang”: Mengapa KTT AU 2026 Berisiko Menjadi Simbol Krisis Legitimasi

Ekonomi yang semakin memburuk menjadi latar belakang yang memperparah ketegangan. Nilai mata uang anjlok drastis, inflasi mencapai level rekor, dan sanksi internasional serta korupsi sistemik terus menggerus daya beli masyarakat. Pemerintah merespons dengan program subsidi terbatas seperti kupon barang pokok, namun langkah tersebut dianggap tidak cukup oleh kelompok buruh, pensiunan, dan pedagang yang terus menyuarakan kekecewaan.

Di tengah represi domestik, komunitas diaspora Iran di berbagai belahan dunia menggelar aksi solidaritas besar-besaran, menuntut perubahan rezim. Sementara itu, pernyataan dari Washington—termasuk penempatan aset militer tambahan di Teluk Persia—menambah ketegangan geopolitik.

Para pengamat melihat keganasan penindasan kali ini sebagai indikasi kerapuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan elite penguasa. Meskipun demonstrasi jalanan telah mereda akibat pemadaman internet nasional dan kehadiran militer yang masif, ketidakpuasan mendalam terhadap ekonomi dan legitimasi politik tetap mengintai di bawah permukaan.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski protes besar telah diredamkan dengan kekerasan, akar masalah yang memicunya—ketidakadilan ekonomi, pembatasan kebebasan, dan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan—belum terselesaikan.

Pewarta : Setiawan Wibisono

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Generasi Muda Afrika Menuntut “Reuni yang Hilang”: Mengapa KTT AU 2026 Berisiko Menjadi Simbol Krisis Legitimasi
Next: Munich Menjadi Panggung Solidaritas Global: Ratusan Ribu Suara Diaspora Menentang Rezim Teheran di Tengah Ancaman Krisis Baru

Related Stories

Kedaulatan Kognitif Anak

Kedaulatan Kognitif Anak: Polandia Memulai Era Sekolah Bebas Ponsel

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 hari ago 0
Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik

Misi Historis Penanggulangan Bencana Pasifik: Kapal Angkut Militer Jepang Bertolak Padamkan Karhutla Kalimantan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
JSDF Kirim Kapal Tempur

JSDF Kirim Kapal Tempur & Helikopter ke Indonesia: Jepang Dukung Pemadam Karhutla dengan 600 Personel

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 minggu ago 0
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Rafa Jadi Pahlawan, Melati Jaya FC Amankan Kemenangan Perdana di Turnamen Peduli Sepak Bola Padangsidimpuan 2026
  • Respon Cepat Karhutla: Polsek Nanga Pinoh Tembus Medan Terjal Padamkan Api di Lahan Mineral Melawi
  • Respon Cepat Karhutla Melawi: Pelajaran Penting dari Responsifitas Lapangan dan Tantangan Geografis Nanga Mancur
  • Respon Darurat Karhutla: Pendekatan Humanis Kepolisian Meringankan Beban Warga Melawi
  • Merajut Kemanunggalan di Ruang Publik: Perspektif Sosiologis dan Kesehatan Masyarakat pada TNI Run 2026
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by