RI News Portal. Pontianak – Di tengah dinamika pembangunan regional yang semakin menekankan pada kualitas sumber daya manusia (SDM), Provinsi Kalimantan Barat menorehkan langkah signifikan melalui revitalisasi operasional Sekolah Harapan Bangsa (SHB). Acara peresmian yang digelar pada Senin, 12 Januari 2026, di aula sekolah tersebut di Kubu Raya, menjadi momentum krusial yang dipimpin langsung oleh Gubernur Ria Norsan. Prosesi ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, melibatkan para pengurus yayasan serta stakeholder pendidikan setempat, sebagai simbol komitmen kolektif terhadap peningkatan kapasitas generasi muda.
Dalam pidato pembukaannya, Gubernur Norsan menyoroti peran vital institusi pendidikan seperti SHB dalam memperkuat fondasi SDM provinsi. Ia mengungkapkan penghargaan mendalam terhadap Yayasan Pendidikan Harapan Bangsa atas dedikasi jangka panjang mereka, yang tidak hanya menambah infrastruktur pendidikan tetapi juga melestarikan nilai-nilai pengabdian dari generasi pendahulu. Pendekatan ini, menurut Norsan, selaras dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana kemajuan suatu wilayah ditentukan oleh kualitas manusianya. “Kehadiran sekolah dengan kurikulum unggul dan fasilitas modern seperti ini bukan sekadar tambahan, melainkan katalisator untuk mencetak pemimpin masa depan yang kompetitif,” tegasnya.

Fokus utama Norsan adalah pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat, yang meskipun mengalami tren positif belakangan ini, masih memerlukan akselerasi untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi tetangga seperti Kalimantan Timur. Data terkini menunjukkan IPM Kalbar berada pada level menengah tinggi, dengan peningkatan bertahap sejak 2020, didorong oleh investasi di sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, Norsan menekankan bahwa tanpa penguatan dasar pendidikan, target peningkatan peringkat regional sulit tercapai. Ia membandingkan dengan model negara maju seperti Singapura dan Malaysia, di mana SDM berkualitas menjadi pendorong utama kemakmuran. “Dalam lima tahun mendatang, kita bidik posisi runner-up di Pulau Kalimantan, setidaknya mendekati Kalimantan Timur, melalui inisiatif seperti ini,” ujarnya, disambut antusiasme para hadirin.
Revitalisasi SHB ini bukan tanpa dasar prestasi. Norsan merujuk pada capaian pendidikan lokal, termasuk keberhasilan salah satu sekolah menengah atas di Pontianak yang meraih penghargaan nasional sebagai institusi terbaik kedua se-Indonesia. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi SHB untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga adaptif terhadap tantangan global. Dari perspektif akademis, inisiatif ini mencerminkan teori human capital investment, di mana pendidikan berkualitas dianggap sebagai investasi jangka panjang yang meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi regional, sebagaimana dibahas dalam studi pembangunan oleh ekonom seperti Theodore Schultz.
Baca juga : Penggeledahan KPK di Kantor Pajak Jakarta Utara: Langkah Lanjutan dalam Penyidikan Dugaan Suap Pajak
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan SHB Bidang Pendidikan, Sudino Lim, menjelaskan bahwa revitalisasi ini didasari pada visi menyediakan akses pendidikan kelas dunia bagi anak-anak daerah tanpa harus bermigrasi ke luar provinsi. “Kami berkomitmen pada pendidikan yang holistik, mengintegrasikan keunggulan akademik dengan pembentukan karakter berbasis nilai lokal, termasuk integritas dan empati sosial,” katanya. Pendekatan ini sejalan dengan kerangka pendidikan nasional yang menekankan pembangunan karakter sebagai pilar utama, guna menyiapkan generasi yang siap menghadapi era digital dan globalisasi.
Secara lebih luas, peresmian SHB ini dapat dilihat sebagai bagian dari strategi provinsi untuk mengatasi disparitas pembangunan di Kalimantan. Analisis akademis menunjukkan bahwa investasi di pendidikan dasar dan menengah dapat meningkatkan IPM hingga 5-10 poin dalam dekade, berdasarkan pola di provinsi-provinsi lain di Indonesia. Dengan demikian, langkah ini bukan hanya seremonial, melainkan fondasi strategis untuk membangun SDM unggul yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam, dan memperkuat posisi Kalimantan Barat di kancah nasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan yayasan swasta, inisiatif semacam ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain, membuktikan bahwa penguatan SDM dimulai dari akar pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Pewarta : Lisa Susanti

