Skip to content
03/03/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Penemuan Mayat Nelayan di Perairan Jembrana Ungkap Tragedi Tenggelam di Banyuwangi

Penemuan Mayat Nelayan di Perairan Jembrana Ungkap Tragedi Tenggelam di Banyuwangi

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 min read
Penemuan Mayat Nelayan di Perairan Jembrana Ungkap Tragedi Tenggelam di Banyuwangi
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Negara, Jembrana – Sebuah penemuan mayat yang mengapung di perairan Pebuahan, Desa Banyu Biru, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pagi hari Rabu (10/12/2025), telah membangkitkan duka mendalam bagi warga setempat. Dua nelayan asal Banjar Keramat, Desa/Kecamatan Melaya, berhasil menarik jenazah tersebut menggunakan sampan menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (TPI) Pengambengan, Kecamatan Negara, memicu kegaduhan di kalangan nelayan dan pedagang ikan yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut. Kejadian ini tidak hanya mengejutkan komunitas pesisir, tetapi juga mengungkap jejak tragedi hilangnya seorang nelayan di perairan Jawa Timur.

Peristiwa penemuan berawal dari rutinitas pagi dua nelayan berpengalaman, Muhammad Tahfip (47 tahun) dan Ahmad Fadil (18 tahun), yang berangkat melaut dengan perahu fiber bermerek Yamaha 2 sekitar pukul 01.00 WITA pada Selasa (9/12/2025). Mereka menargetkan spot memancing di perairan Pebuahan, wilayah yang dikenal rawan arus kuat dan sering menjadi korban badai musiman. Pada pukul 06.00 WITA, saat matahari mulai menyembul di ufuk timur, keduanya justru disuguhi pemandangan mengerikan: sebuah mayat mengapung tak berdaya di permukaan air, hanya beberapa meter dari pantai Desa Banyu Biru.

“Dalam sekejap, kami sadar itu bukan bangkai ikan atau puing kayu biasa. Tubuhnya mengambang dengan posisi telentang, dan kami langsung berpikir ini bisa jadi korban kecelakaan laut,” kenang Muhammad Tahfip saat diwawancarai di dermaga TPI Pengambengan. Dengan sigap, keduanya mencoba mengangkat jenazah ke perahu, tapi beratnya yang diperkirakan mencapai 70 kilogram membuat upaya itu gagal. Tak menyerah, Tahfip nekat turun ke air setinggi pinggang, mengikat kaki mayat dengan tali jangkar cadangan, lalu menariknya perlahan menuju perahu. Perjalanan panjang kembali ke pelabuhan memakan waktu hampir empat jam, tiba di TPI Pengambengan sekitar pukul 05.00 WITA, di mana warga langsung berkerumun dengan campuran rasa penasaran dan empati.

Kedua nelayan segera melaporkan temuan itu ke Satuan Polisi Airudara (Polairud) Polres Jembrana, memicu respons cepat dari aparat. Tim Polairud langsung mengoordinasikan dengan Unit Identifikasi dan Analisis Forensik (Inafis) Polres Jembrana untuk pengamatan awal di lokasi. “Kami memastikan keamanan area dan mencegah kerumunan yang bisa mengganggu proses identifikasi,” kata Kasat Polairud AKP Suparta saat dikonfirmasi. Jenazah, yang sementara disebut sebagai Mr. X, segera dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Negara untuk otopsi mendalam dan identifikasi DNA. Dari deskripsi visual, korban adalah laki-laki dewasa dengan ciri khas pakaian nelayan: baju lengan panjang abu-abu, celana panjang putih, sepatu putih, kaos kaki bergambar ayam jago, serta badan yang dililit kain sarung cokelat – kemungkinan upaya adaptasi darurat di laut.

Baca juga : Polisi Jembrana Bongkar Budidaya Ganja “Rumahan” Berteknologi Tinggi Berbasis Impor Biji dari Luar Negeri

Hari yang sama, petang menjelang, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, S.H., S.I.K., M.I.K., menggelar konferensi pers darurat di halaman Mapolres. Dengan nada penuh empati, ia mengumumkan identitas korban: Kasiyanto, seorang nelayan berusia 42 tahun asal Alas Porwo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “Hasil identifikasi awal dari otopsi dan koordinasi dengan pihak berwenang di Jawa menunjukkan bahwa ini adalah Kasiyanto, yang hilang sejak perahu nelayannya tenggelam akibat ombak besar dua hari lalu,” ungkap AKBP Citra Dewi, menambahkan bahwa keluarga korban telah dihubungi dan sedang dalam perjalanan ke Bali untuk konfirmasi akhir.

Tragedi ini menyoroti kerentanan nelayan di perairan Selat Bali, yang sering menjadi koridor migrasi ikan tapi juga medan perjuangan melawan cuaca ekstrem. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jembrana mencatat setidaknya 15 insiden serupa sepanjang 2025, dengan penyebab utama gelombang tinggi dan peralatan usang. Pakar oseanografi dari Universitas Udayana, Dr. I Wayan Gede, yang turut mengomentari kejadian ini, menekankan perlunya peningkatan sistem peringatan dini berbasis satelit. “Arus di Selat Bali bisa membawa mayat sejauh 50 kilometer dalam hitungan jam, seperti kasus ini. Ini pelajaran berharga untuk investasi di jaring pengaman nelayan, termasuk pelatihan evakuasi mandiri seperti yang dilakukan dua nelayan kita,” katanya.

Keluarga Kasiyanto, yang tiba di RSUD Negara sekitar pukul 20.00 WITA, akhirnya mengonfirmasi identitas melalui pengenalan visual dan sidik jari. Mereka menyampaikan rasa syukur atas keberanian Muhammad Tahfip dan Ahmad Fadil, yang kini dijadikan teladan oleh komunitas nelayan Pengambengan. Sementara itu, proses otopsi lanjutan diharapkan menghasilkan temuan tentang penyebab pasti kematian, yang diduga akibat hipotermia atau trauma benturan. Polres Jembrana berjanji mempercepat pemulangan jenazah ke Banyuwangi, sambil menyerukan kesadaran keselamatan di kalangan nelayan.

Kejadian ini, di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan, menjadi pengingat getir bahwa laut memberi rezeki sekaligus ujian. Warga Pengambengan, yang biasa menyambut pagi dengan tawa dan jerat jala, kini merenungkan nasib saudara dari seberang selat – sebuah cerita yang menyatukan duka di dua pulau.

Pewarta : Kade NAL

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Polisi Jembrana Bongkar Budidaya Ganja “Rumahan” Berteknologi Tinggi Berbasis Impor Biji dari Luar Negeri
Next: Kecelakaan Tunggal di Jalur Jogja-Wonosari: Pelajar Luka Berat, Masih Dirawat Intensif

Related Stories

Ajak Masyarakat Jadi Mitra Polisi
2 min read

Kapolres Lampung Barat Tegas: Nol Toleransi terhadap Kejahatan, Ajak Masyarakat Jadi Mitra Polisi

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Penggeledahan Mendadak Kejati Sulut di Tiga Toko Emas Ikonik Pasar 45 Manado
2 min read

Penggeledahan Mendadak Kejati Sulut di Tiga Toko Emas Ikonik Pasar 45 Manado: Misteri di Balik Police Line yang Sempat Menghebohkan

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
Sinergi TNI AL dan Polri Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran di Yogyakarta
2 min read

Sinergi TNI AL dan Polri Perkuat Pengamanan Mudik Lebaran di Yogyakarta

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Menteri Trenggono Kagum: Kampung Nelayan Lateng Banyuwangi Jadi Model Hilirisasi Unggulan di Indonesia
  • Langkah Besar Hilirisasi: Danantara dan INA Suntik Modal Strategis untuk Pabrik Bahan Kimia Krusial di Cilegon
  • Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 Menjadi Panggung Harmoni di Tengah Gejolak Dunia
  • Dua Narapidana Muda Lapas Pemuda Tangerang Ketahuan Simpan Stok Narkoba Beragam di Dalam Sel
  • Indonesia dan Uzbekistan Memulai Babak Baru Diplomasi Ekonomi melalui Perundingan FTA
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.