RI News. Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat koordinasi lintas instansi untuk mengendalikan arus lalu lintas selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, yang dimulai sejak 19 Februari 2026. Fokus utama diarahkan pada jam-jam kritis menjelang waktu berbuka puasa, ketika ribuan warga berbondong-bondong memburu takjil di pinggir jalan, sehingga sering memicu kemacetan parah di berbagai ruas ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan intensif dengan Polda Metro Jaya guna menyusun langkah antisipasi yang lebih terintegrasi. “Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengatur lalu lintas secara optimal. Titik berat ada pada jam-jam sore menjelang berbuka puasa,” ujar Pramono saat ditemui awak media di Balai Kota, Kamis lalu.
Menurut Pramono, pola kemacetan pada Ramadan memiliki karakteristik khas yang berulang setiap tahun. Selain lonjakan aktivitas pembelian takjil di trotoar dan bahu jalan, pergeseran jam kerja masyarakat juga menjadi faktor pemicu baru. Banyak kantor dan instansi menerapkan fleksibilitas waktu masuk, sehingga jam sibuk pagi hari bergeser dari biasanya pukul 06.00–07.00 WIB menjadi sekitar pukul 08.00–09.00 WIB atau bahkan lebih siang. “Pagi hari juga perlu diantisipasi karena ada pergeseran jam kerja. Dulu jam enam atau tujuh sudah padat, sekarang jam delapan, sembilan, dan seterusnya,” tambahnya.

Untuk menangani kedua periode puncak tersebut—pagi dan sore—Pemprov DKI telah memerintahkan Dinas Perhubungan untuk memperketat pengaturan di ruas-ruas protokol dan kawasan padat penduduk. Langkah yang disiapkan meliputi penempatan personel lebih banyak di persimpangan rawan, pengaturan lalu lintas satu arah sementara di beberapa segmen jalan, serta peningkatan pengawasan terhadap pedagang kaki lima yang kerap menguasai badan jalan saat jam makan takjil.
Pramono menekankan bahwa upaya ini bukanlah respons baru, melainkan kelanjutan dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya yang telah terbukti efektif jika diterapkan secara konsisten. “Ini hal rutin yang sudah kami jalani setiap Ramadan. Saya sudah meminta Dinas Perhubungan untuk mempersiapkan semuanya sejak dini,” katanya.
Baca juga : Sidang Etik Tertutup: Eks Kapolres Bima Kota Hadapi Ancaman Pemecatan atas Dugaan Kepemilikan Narkoba
Dengan sinergi antara Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya, diharapkan kemacetan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman. Antisipasi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran mobilitas di tengah tingginya aktivitas sosial-religius selama bulan suci.
Pewarta : Yogi Hilmawan

