RI News. Pontianak – Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Achmad Muchtasyar menegaskan komitmen kuat perusahaan untuk mempercepat transformasi Pelabuhan Kijing menjadi pusat logistik utama yang tidak hanya menggerakkan roda ekonomi Kalimantan Barat, melainkan juga memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
“Kami memandang Pelabuhan Kijing sebagai penggerak ekonomi yang strategis, baik di tingkat regional maupun nasional. Untuk mewujudkan potensi itu, kelengkapan infrastruktur primer—khususnya akses jalan yang layak bagi lalu lintas peti kemas—harus segera dipenuhi,” ujar Achmad Muchtasyar usai menggelar pertemuan intensif dengan Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak, Jumat lalu.
Menurutnya, Pelabuhan Kijing menyimpan prospek besar dalam mendukung arus logistik nasional, terutama melalui pengembangan layanan peti kemas internasional. Saat ini, pelabuhan tersebut telah beroperasi secara aktif untuk komoditas non-peti kemas seperti curah kering, curah cair, dan kargo umum, dengan tren pertumbuhan throughput yang positif sepanjang tahun lalu. Namun, optimalisasi penuh baru dapat tercapai jika akses jalan tol menuju kawasan pelabuhan direalisasikan secepatnya.

Achmad mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap rencana pembangunan jalan tol tersebut. Saat ini, Pelindo bersama pemerintah daerah sedang aktif mencari investor potensial untuk merealisasikan proyek infrastruktur krusial itu melalui skema kemitraan investasi.
“Alhamdulillah, dukungan dari Pak Gubernur sangat kuat. Kami optimistis investor akan bergabung, mengingat situasi saat ini sangat kondusif. Insya Allah, pembangunan jalan tol ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu untuk mendukung Pelabuhan Kijing,” tambahnya dengan nada optimis.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menekankan bahwa penguatan Pelabuhan Kijing merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi tantangan logistik yang selama ini dihadapi, khususnya kemacetan dan risiko kecelakaan akibat lalu lintas truk kontainer di jalan-jalan perkotaan Pontianak. Wacana pemindahan aktivitas peti kemas dari Pelabuhan Dwikora ke Kijing telah lama mengemuka, namun tanpa akses tol yang memadai, pemindahan tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru.
Baca juga : Seskab Teddy Indra Wijaya: Program Makan Bergizi Gratis Tak Ganggu Komitmen Anggaran Pendidikan 20 Persen
“Akses jalan tol menjadi syarat mutlak agar Pelabuhan Kijing siap menerima arus peti kemas secara aman dan efektif. Truk pengangkut kontainer dengan beban berat akan jauh lebih aman melalui tol, daripada melewati jalan umum yang belum memadai—risiko kemacetan dan kecelakaan akan sangat tinggi,” jelas Norsan.
Ia menyebut keterbatasan akses jalan sebagai “bottleneck” utama yang menghambat operasional maksimal pelabuhan. Meski demikian, koordinasi antara Pemprov Kalbar dan Pelindo terus berjalan untuk mempercepat realisasi proyek tol melalui pendekatan investasi swasta.
Dengan infrastruktur pendukung yang lengkap, Pelabuhan Kijing diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban lalu lintas di kawasan urban Pontianak, tetapi juga meningkatkan daya saing logistik Kalimantan Barat secara keseluruhan. Gerbang logistik internasional ini berpotensi menarik lebih banyak trafik perdagangan global, memperkuat posisi ekspor komoditas daerah, dan pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tingkat nasional.
Pewarta : Eka Yuda

