RI News. Ngawi 23 Februari 2026 – Di bawah komando Subdenpom V/1-2 Ngawi, operasi patroli terintegrasi melibatkan beragam elemen keamanan daerah berhasil menciptakan suasana tenang menjelang waktu berbuka puasa. Inisiatif ini, yang menggabungkan kekuatan dari polisi militer, kepolisian setempat, satuan penegak perda, serta pengawas transportasi, menyoroti komitmen kolektif dalam menjaga harmoni sosial selama bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada Senin sore tersebut bukan sekadar rutinitas pengawasan, melainkan strategi proaktif untuk mencegah potensi ketidakstabilan. Fokus utama tertuju pada area-area berpotensi ramai, seperti pusat penjualan makanan berbuka, arteri utama lalu lintas, dan zona rawan konflik. Lebih dari itu, pemantauan ketat terhadap fasilitas hiburan malam menjadi bagian integral, memastikan bahwa operasional mereka selaras dengan norma-norma yang berlaku selama periode religius ini.
Kapten CPM Shofwan, S.H., selaku pemimpin operasi, menekankan esensi kolaborasi antarlembaga sebagai fondasi keberhasilan. “Upaya ini dirancang untuk meredam risiko gangguan keamanan sekaligus mempertahankan kenyamanan masyarakat Ngawi sepanjang Ramadhan,” katanya, seraya menambahkan bahwa pendekatan humanis mendominasi interaksi dengan warga.

Dalam konteks regulasi, operasi ini berpijak pada kerangka hukum lokal yang kokoh. Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 10 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat menjadi acuan utama dalam mengendalikan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenangan publik, termasuk pengelolaan hiburan malam. Pendukungnya adalah arahan eksekutif daerah melalui surat edaran khusus Ramadhan, yang menetapkan batasan operasional hingga penangguhan sementara bagi usaha-usaha tertentu. Meski demikian, prioritas tetap pada langkah pencegahan dan dialog persuasif, dengan sanksi administratif sebagai opsi terakhir jika pelanggaran terbukti.
Respons masyarakat terhadap kehadiran tim gabungan ini terbukti hangat. Banyak warga yang menyatakan rasa aman lebih tinggi saat beraktivitas di ruang publik, terutama di tengah lonjakan mobilitas yang khas pada bulan puasa. Sinergi ini tidak hanya memperkuat infrastruktur keamanan, tetapi juga memperdalam rasa percaya publik terhadap institusi penegak hukum, yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas sosial yang berkelanjutan.
Baca juga : Kebersamaan di Awal Ramadan: Warga LDII Tugurejo Semarakkan Buka Puasa Bersama di Masjid Al Mulani
Menurut Shofwan, pola patroli semacam ini akan menjadi agenda rutin. “Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi, memastikan setiap individu dapat menunaikan ibadah dengan damai dan tanpa kekhawatiran,” tutupnya, menggarisbawahi visi jangka panjang untuk keharmonisan daerah.
Laporan ini disusun berdasarkan pengamatan langsung dan wawancara di lapangan, mencerminkan dinamika keamanan lokal dalam konteks budaya religius.
Pewarta : Wisnu H

