RI News. Jakarta -– Gestur kebanggaan yang tulus terpancar dari Presiden RI Prabowo Subianto saat bertemu langsung dengan Sugianto, pekerja migran asal Indramayu, Jawa Barat, yang menjadi sorotan internasional berkat aksi heroiknya menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan di Yeongdeok, Korea Selatan.
Melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah, Kamis (2/4/2026), Prabowo menyampaikan rasa bangganya yang mendalam terhadap Sugianto. Pertemuan itu terjadi dalam suasana hangat jamuan santap siang kenegaraan di Istana Kepresidenan Korea Selatan, Cheong Wa Dae (Blue House), Rabu (1/4/2026).
Sugianto diundang secara istimewa oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebagai tamu kehormatan dalam jamuan tersebut. Dengan mengenakan setelan jas lengkap layaknya para undangan negara, pria yang berprofesi sebagai nelayan ini berdiri sejajar di samping Presiden Lee Jae Myung. Ia berada tepat diapit oleh kedua pemimpin negara, Prabowo dan Lee.

Dalam momen tersebut, Prabowo sempat berbincang singkat dengan Sugianto. Presiden RI kemudian menyalami tangannya erat dan beberapa kali menepuk punggungnya sebagai ungkapan rasa bangga. Sebelum berpisah, Prabowo menyampaikan pesan singkat namun penuh makna: “Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu.”
Aksi heroik Sugianto yang terjadi pada Maret 2025 memang telah menggemparkan masyarakat kedua negara. Saat kebakaran besar melanda hutan Yeongdeok, pria asal Indramayu ini tidak ragu membangunkan tujuh lansia yang sedang tertidur. Dengan sigap, ia menggendong satu per satu lansia tersebut menuju area yang lebih aman, meski api semakin mendekat.
Keberaniannya itu langsung mendapat apresiasi luas dari masyarakat Korea Selatan. Berbagai media nasional di negara itu menjadikan kisah Sugianto sebagai headline utama, menyebutnya sebagai sosok pahlawan di tengah tragedi kebakaran hutan.
Baca juga : Kejagung Amankan dan Copot Aspidum Kejati Jatim Demi Klarifikasi Dugaan Penyimpangan Penanganan Perkara
Atas dedikasinya, Sugianto telah menerima berbagai penghargaan bergengsi. Presiden Lee Jae Myung menganugerahinya The Order of Civil Merit sejak awal tahun lalu. Di Indonesia, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (P2MI) juga memberikan apresiasi tinggi serta mengangkatnya sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia.
Sebagai bentuk pengakuan lebih lanjut, Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Kehakiman menganugerahkan visa F-2 kepada Sugianto. Visa tersebut memungkinkan dirinya untuk tinggal dan bekerja di Korea Selatan selama hingga lima tahun.
Kisah Sugianto menjadi simbol nyata bahwa keberanian dan kepedulian tidak mengenal batas negara maupun status sosial. Seorang pekerja migran biasa yang bekerja keras sebagai nelayan mampu menjadi inspirasi bagi jutaan orang di dua negara sekaligus.
Pertemuan di Blue House ini sekaligus memperkuat citra positif pekerja migran Indonesia di mata dunia, sekaligus menunjukkan komitmen kedua pemimpin negara untuk menghargai kontribusi nyata warga biasa yang memiliki hati luar biasa.
Sugianto sendiri, dalam kesederhanaannya, hanya menjawab bahwa ia melakukan apa yang menurutnya harus dilakukan saat itu. “Saya hanya tidak bisa diam melihat orang tua dalam bahaya,” ujarnya singkat saat dimintai komentar.
Kisah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa kebaikan kecil dari seorang individu mampu membawa dampak besar yang melampaui batas-batas geografis.
Pewarta : Albertus Parikesit

