Skip to content
13/02/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Operasi Militer AS di Venezuela: Penangkapan Nicolás Maduro dan Implikasi Geopolitiknya

Operasi Militer AS di Venezuela: Penangkapan Nicolás Maduro dan Implikasi Geopolitiknya

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago 3 min read
Penangkapan Nicolás Maduro dan Implikasi Geopolitiknya
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Caracas, Venezuela 4 Januari 2026 – Dalam perkembangan dramatis yang mengejutkan komunitas internasional, Amerika Serikat telah melakukan operasi militer skala besar di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Operasi ini, yang dilancarkan pada dini hari tanggal 3 Januari 2026 waktu setempat, melibatkan serangan udara dan darat di ibu kota Caracas serta wilayah sekitarnya, menandai intervensi langsung AS yang paling signifikan sejak invasi Panama pada 1989.

Menurut pernyataan resmi dari Presiden Donald Trump, pasukan khusus AS berhasil mengekstrak Maduro dari kediamannya di sebuah pangkalan militer di Caracas. Pasangan tersebut kemudian dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York untuk menghadapi tuntutan hukum terkait konspirasi narco-terorisme, impor kokain, dan kepemilikan senjata destruktif. Indictment baru yang dirilis Departemen Kehakiman AS menggambarkan rezim Maduro sebagai pemerintahan korup yang didorong oleh jaringan perdagangan narkoba, meskipun AS tidak mengakui legitimasi kepemimpinannya sejak pemilu 2024 yang kontroversial.

Operasi ini merupakan puncak dari kampanye tekanan intensif administrasi Trump, termasuk penumpukan kekuatan militer di Karibia, penyitaan kapal tanker minyak Venezuela, dan serangan sebelumnya terhadap fasilitas yang diduga terkait kartel narkoba. Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, menyatakan bahwa persiapan telah dilakukan selama berbulan-bulan, dengan pengumpulan intelijen mendetail tentang pola kehidupan Maduro. Serangan berlangsung singkat, kurang dari 30 menit, disertai ledakan dan penerbangan rendah pesawat tempur, yang menyebabkan kerusakan pada instalasi militer dan sipil di Caracas.

Dari perspektif hukum internasional, operasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kedaulatan negara dan prinsip non-intervensi yang diatur dalam Piagam PBB. Pakar hukum internasional menyoroti bahwa penangkapan kepala negara yang sedang menjabat tanpa persetujuan Kongres AS atau mandat Dewan Keamanan PBB dapat dianggap sebagai pelanggaran norma hukum global. Meskipun AS membenarkannya sebagai penegakan surat perintah penangkapan domestik atas tuduhan narkotika sejak 2020, absennya otorisasi legislatif domestik menimbulkan debat konstitusional di AS sendiri. Beberapa analis membandingkannya dengan intervensi masa lalu, seperti penggulingan Manuel Noriega di Panama, yang juga didasarkan pada tuduhan narkoba namun berujung pada kritik atas imperialisme.

Di sisi lain, implikasi ekonomi dan energi menjadi sorotan utama. Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel, namun produksinya merosot drastis akibat mismanajemen dan sanksi. Pernyataan Trump bahwa AS akan mengelola Venezuela sementara waktu untuk “memperbaiki” infrastruktur minyak dan melibatkan perusahaan energi AS dalam eksploitasi cadangan tersebut menunjukkan motif strategis yang melampaui isu narkoba. Hal ini berpotensi mengubah dinamika pasar energi global, mengurangi ketergantungan pada pemasok lain, namun juga memicu kekhawatiran atas eksploitasi sumber daya alam negara berdaulat. Reaksi dari aktor regional seperti Rusia, China, dan Kuba mengecam tindakan ini sebagai agresi imperialis, sementara komunitas diaspora Venezuela di AS menyambutnya sebagai langkah menuju demokrasi.

Baca juga : Ketegangan Iran-AS di Tengah Gelombang Protes Ekonomi

Di Venezuela sendiri, Wakil Presiden Delcy Rodríguez menolak mengakui kekosongan kekuasaan dan menyerukan pembebasan Maduro, sementara demonstrasi pro dan anti pemerintah terjadi di Caracas. Korban jiwa dilaporkan di kedua belah pihak, meskipun angka pastinya belum diverifikasi secara independen. Situasi ini menciptakan ketidakpastian transisi politik, dengan potensi pemilu baru dalam 30 hari sesuai konstitusi Venezuela jika kekuasaan dianggap kosong.

Dari sudut pandang akademis, peristiwa ini merefleksikan evolusi doktrin kebijakan luar negeri AS di era pasca-Perang Dingin, di mana penegakan hukum domestik diekstensikan secara ekstrateritorial untuk mencapai tujuan geopolitik. Namun, risiko eskalasi regional—termasuk aliansi Venezuela dengan aktor non-Barat—dan dampak jangka panjang terhadap stabilitas Amerika Latin patut dianalisis lebih lanjut. Operasi ini tidak hanya mengakhiri era Maduro yang berlangsung lebih dari satu dekade, tapi juga membuka babak baru dalam hubungan hemispheric yang penuh kontroversi.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Ketegangan Iran-AS di Tengah Gelombang Protes Ekonomi
Next: Apresiasi Tokoh Agama terhadap Keberhasilan Pengamanan Libur Akhir Tahun di Jawa Tengah

Related Stories

Serangan Drone Menghapus Satu Keluarga
3 min read

Tragedi Bohodukhiv: Serangan Drone Menghapus Satu Keluarga

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 hari ago 0
Bangladesh di Ambang Pemilu Bersejarah
3 min read

Bangladesh di Ambang Pemilu Bersejarah: Harapan Demokrasi Baru vs Bayang-Bayang Ketidakpastian

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
Raja Charles Memilih Transparansi di Tengah Badai Epstein yang Kian Menguat
3 min read

Monarki di Persimpangan: Raja Charles Memilih Transparansi di Tengah Badai Epstein yang Kian Menguat

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Wewenang: Oknum Wali Nagari Diduga Jual Tanah Ulayat Air Haji Tanpa Persetujuan Masyarakat Adat
  2. Hermanto mengenai Pemerintah Nigeria Meluncurkan Operasi Militer Baru di Tengah Lonjakan Kekerasan: Serangan Mematikan di Kwara dan Pembebasan Puluhan Warga Kristen
  3. Sugeng Rudianto mengenai GAPSIDO Gelar Kopdar, Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas Jelang Ramadhan
  4. Mayang Sari mengenai Aksi Keberanian Pelajar SMK Berujung Tragedi: Terseret Arus Banjir Saat Menolong Pengendara Motor
  5. Tukino gaul gaul mengenai Tim Marching Band SMPN 1 Padangsidimpuan Siap Pertahankan Gelar Juara Umum di Piala Sultan Deli

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Dugderan 2026: Semarang Perkuat Identitas Inklusif melalui Tradisi Akulturasi yang Semakin Megah
  • Pemprov Jateng Umumkan Diskon PKB 5 Persen hingga Akhir 2026: Langkah Strategis Merendam Gelombang Ketidakpuasan Publik
  • Mobil Eks Presiden Jokowi Diserahkan ke PMI Wonogiri: Dukungan Operasional dan Inovasi Ekonomi Relawan
  • Polres Melawi Serahkan 10,289 Ton Jagung Kering ke Bulog Sintang: Komitmen Nyata Kepolisian dalam Swasembada Pangan
  • Prabowo Beri Penghargaan Tertinggi kepada Penggerak Program Makan Bergizi Gratis Polri
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.