Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • World
  • Netanyahu Pertimbangkan Pendudukan Penuh Gaza, Dunia dan Warga Israel Bereaksi Keras

Netanyahu Pertimbangkan Pendudukan Penuh Gaza, Dunia dan Warga Israel Bereaksi Keras

Jurnalis RI News Portal Posted on 6 bulan ago 3 min read
Dunia dan Warga Israel Bereaksi Keras
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Tel Aviv, Israel — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi pendudukan penuh kembali atas Jalur Gaza, sebuah langkah yang dapat memicu reaksi keras baik dari komunitas internasional maupun dalam negeri Israel sendiri. Kabar ini pertama kali dilaporkan media Israel pada awal Agustus 2025.

Rencana tersebut akan menjadi eskalasi besar dari perang yang telah berlangsung hampir dua tahun sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Selain menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan warga sipil Palestina dan sandera yang masih hidup, opsi ini dinilai dapat semakin memperparah isolasi internasional terhadap Israel, yang saat ini tengah menghadapi tekanan global terkait dugaan kejahatan perang.

Rencana pendudukan ini tidak hanya menuai kritik internasional, tetapi juga mendapat tentangan kuat dari dalam negeri. Keluarga para sandera yang masih ditahan Hamas menyebut rencana tersebut sebagai “vonis mati” bagi orang yang mereka cintai. Sementara itu, sejumlah tokoh dalam lembaga keamanan Israel menolak gagasan pendudukan tanpa batas waktu, karena dinilai akan menyulitkan dan memperpanjang keterlibatan militer di wilayah konflik.

Netanyahu diduga menggunakan ancaman pendudukan sebagai taktik negosiasi dalam pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar, yang saat ini tengah mengalami kebuntuan. Namun, para pengamat juga menilai bahwa langkah ini bertujuan untuk memuaskan tekanan dari mitra koalisi sayap kanan yang sejak awal mendukung pendudukan penuh atas Gaza, pengusiran sebagian warga Palestina melalui “emigrasi sukarela”, dan pembangunan kembali permukiman Yahudi.

Jika pendudukan penuh dilakukan, Israel harus melancarkan operasi militer di wilayah-wilayah padat penduduk seperti Deir al-Balah dan zona kemanusiaan Muwasi, tempat ratusan ribu warga Palestina tinggal di kamp pengungsian darurat. Operasi ini dikhawatirkan akan memicu pengungsian massal lanjutan dan memperburuk krisis pangan yang telah dinyatakan oleh sejumlah badan PBB sebagai awal dari bencana kelaparan.

Di sisi lain, sekitar 20 sandera yang diyakini masih hidup juga berada dalam bahaya besar, karena Hamas disebut telah memerintahkan agar mereka dibunuh jika pasukan Israel mendekat.

Baca juga : Festival Gajah Fest 2025: Sinergi Konservasi, Pariwisata, dan Budaya di Taman Nasional Way Kambas

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 61.000 warga Palestina telah tewas sejak serangan balasan Israel dimulai. Meski kementerian tersebut berada di bawah otoritas Hamas, data yang disampaikan tetap menjadi sumber acuan utama bagi PBB dan lembaga internasional, karena dikelola oleh tenaga medis profesional.

Israel saat ini tengah menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional, serta surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pemerintah Israel menolak tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai bentuk fitnah antisemit, dan menegaskan telah berupaya meminimalkan korban sipil. Namun, banyak kalangan internasional menilai bahwa Israel gagal menunjukkan itikad untuk mengakhiri konflik secara damai dan justru memperkuat gagasan pemaksaan pemindahan penduduk Gaza.

Jika pendudukan dilaksanakan, Israel akan menjadi penguasa tunggal atas wilayah antara Laut Tengah dan Sungai Yordan, yang dihuni sekitar 7 juta orang Yahudi dan 7 juta warga Palestina. Sebagian besar warga Palestina tidak memiliki hak politik, termasuk hak suara. Sejumlah organisasi HAM global bahkan telah sejak lama menyatakan situasi ini sebagai bentuk apartheid modern.

Netanyahu sejauh ini menolak keterlibatan Otoritas Palestina dalam pemerintahan pascaperang Gaza, dan belum menawarkan rencana jelas untuk pembangunan kembali wilayah tersebut. Sementara itu, Hamas menyatakan hanya akan melepaskan para sandera jika Israel menyetujui gencatan senjata permanen dan menarik pasukannya dari Gaza. Hamas juga menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan kekuasaan, tetapi tidak akan meletakkan senjata selama Israel masih menduduki wilayah yang diakui sebagai bagian dari negara Palestina masa depan.

Dengan meningkatnya ketegangan, Israel menghadapi dilema eksistensial yang kian nyata: mendirikan negara Palestina dan mempertahankan identitas demokratisnya, atau memerintah secara permanen atas jutaan warga Palestina tanpa hak dan menghadapi konsekuensi internasional yang makin berat.

Apapun yang diputuskan Netanyahu dan pemerintahannya, masa depan Gaza dan stabilitas kawasan Timur Tengah saat ini berada di ambang krisis besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pewarta : Setiawan Wibisono S.TH

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Festival Gajah Fest 2025: Sinergi Konservasi, Pariwisata, dan Budaya di Taman Nasional Way Kambas
Next: Rwanda Setujui Terima Deportan dari AS dalam Program Migrasi Kontroversial Pemerintahan Trump

Related Stories

Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump
3 min read

Bentrokan Protes Imigrasi di Minneapolis: Eskalasi Ketegangan Politik di Era Pemerintahan Trump

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan
3 min read

Ketegangan Iran-AS: Pidato Khamenei dan Respons Trump Menyoroti Krisis Kepemimpinan dan Kedaulatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia
3 min read

Upaya Diplomasi Ukraina di Washington Berlangsung di Tengah Eskalasi Serangan Energi Rusia

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 hari ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Mangkrak di Perbatasan: Proyek WC Rp199 Juta untuk Sekolah Sambas Belum Rampung, Siswa dan Guru Terlantar
  • Dugaan Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Desa di Desa Labuhan Labo, Padangsidimpuan Tenggara
  • Paguyuban Prawan’80 Surabaya Kunjungi Kampung Coklat Blitar untuk Promosi Wisata dan Produk Lokal
  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.