Skip to content
27/08/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Hiburan
  • Movie Review | “28 Years Later” — Teror, Pandemi Zombie

Movie Review | “28 Years Later” — Teror, Pandemi Zombie

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 tahun ago 3 minutes read
Pandemi Zombie
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta 21 Juni 2025 — Dua dekade lebih setelah film kultus “28 Days Later” mengguncang genre horor dengan virus mematikan dan zombie berlari cepat, sutradara Danny Boyle kembali menelusuri dunia pasca-apokaliptik melalui lanjutan kisah bertajuk “28 Years Later.” Film ini menandai kembalinya Boyle dan penulis naskah Alex Garland ke semesta fiksional yang dulu mereka bangun — namun kini dengan beban sejarah pandemi nyata dan gejolak sosial-politik kontemporer.

Alih-alih mengandalkan efek visual megah seperti tren film waralaba saat ini, 28 Years Later justru tampil minimalis, bahkan menggunakan kamera iPhone untuk sebagian besar adegan. Narasi utamanya bersandar pada karakter Spike (Alfie Williams), anak berusia 12 tahun yang tinggal bersama ayahnya, Jamie (Aaron Taylor-Johnson), dan ibunya yang sakit parah (Jodie Comer) di Pulau Suci, kawasan karantina yang terisolasi dari daratan utama Inggris akibat virus “rage” yang mewabah sejak 28 tahun lalu.

Gaya penceritaan film ini terasa lebih intim dan eksperimental, bahkan cenderung tidak terstruktur. Namun di situlah letak daya tariknya: 28 Years Later tidak berusaha menjadi film aksi zombie biasa. Ia memilih menyisipkan kritik terhadap nilai-nilai maskulinitas, isolasi geopolitik pasca-Brexit, hingga keputusasaan manusia terhadap ilmu pengetahuan dan mitos penyembuhan.

Meski demikian, struktur cerita yang terkesan “acak” dan visual yang kadang terlalu kasar atau tidak fokus membuat film ini terasa seperti perenungan sinematik yang belum matang sepenuhnya. Perjalanan Spike dan ibunya dalam mencari seorang dokter misterius (diperankan apik oleh Ralph Fiennes) justru lebih menyerupai fabel distopia dengan lapisan-lapisan absurd dan simbolik.

Karakter-karakter pendukung tampil kuat meski aneh: seorang tentara NATO asal Swedia (Edvin Ryding), dan Jodie Comer yang memerankan seorang ibu dengan kejiwaan labil, menciptakan dinamika yang tidak biasa dalam dunia film zombie. Yang lebih menarik, film ini memperkenalkan dua tipe makhluk terinfeksi — para pelari cepat seperti di film sebelumnya, dan zombie lambat yang disebut “Slow-Lows” — menciptakan variasi ancaman yang unik dan tidak terduga.

Dalam ranah teknis, keputusan Boyle untuk kembali menggunakan pendekatan guerrilla filmmaking — termasuk pengambilan gambar dengan ponsel — patut diapresiasi meski kadang menimbulkan ketidaknyamanan visual. Ini menjadi semacam pernyataan artistik: di tengah dunia yang berantakan, tidak semua gambar harus tampak sempurna. Sebaliknya, kekacauan visual menjadi bagian dari narasi itu sendiri.

Baca juga : Diplomasi Nuklir di Tengah Perang: Eropa dan Iran Buka Peluang Dialog Meski Tanpa Terobosan Nyata

28 Years Later bukan sekadar sekuel, melainkan lanjutan visi distopik yang lebih gelap, lebih reflektif, dan lebih membumi. Namun dengan gaya penyutradaraan yang sengaja membiarkan kekacauan mengalir, film ini bisa jadi tidak cocok bagi penonton pencinta narasi rapi dan aksi konvensional. Meski begitu, keberanian Boyle dalam menyampaikan tema besar melalui lensa kecil layak mendapat tempat di tengah dominasi sinema hiburan yang serba instan.

Film ini tidak sempurna — bahkan bisa terasa terlalu berantakan bagi sebagian penonton — tetapi di dalamnya terdapat upaya jujur untuk menggali ulang luka, trauma, dan ketakutan masa kini dengan cara yang sinematik dan tidak pasaran.

Rating: ★★☆☆ (2 dari 4 bintang)
Durasi: 115 menit | Klasifikasi: R (dewasa)

Pewarta : Vie

Baca Berita lain >>>>>>>>>>>
#rinewsadvertaising, #iklanrinews, #ruangiklan, #terkinirinews,
#beritarinews, #viralrinews, #updaterinews, #inforinews,
#beritarepublikindonesia, #beritaindonesia, #republikindonesianews,
#indonesianews, #republicindonesianews, #republicindonesiannews,
#beritacepat, #beritabaru, #ri_news, #republikindonesiaportal, #pertalberitaindonesia,
#rinewsportal, #republikindonesiaportal, #republicindonesianewsportal, #republicindonesianportal
#teman, #all, #wartawan, #berita

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Diplomasi Nuklir di Tengah Perang: Eropa dan Iran Buka Peluang Dialog Meski Tanpa Terobosan Nyata
Next: Membangun Sinergi dan Ketahanan Sosial: Refleksi Hari Bhayangkara ke-79 dalam Agenda Polres Wonogiri

Related Stories

Menggugat Geografi Musik Global

Menggugat Geografi Musik Global: Mengurai Strategi Tur Ekstensif TXT “Steal The Wind” dan Signifikansi Pasar Jakarta

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 jam ago 0
Tapestry Musik Nusantara Merajut Persahabatan Abadi

Orkestra Muda Indonesia Pukau Beijing: Tapestry Musik Nusantara Merajut Persahabatan Abadi

Jurnalis RI News Portal Posted on 1 bulan ago
Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13

Ariana Grande Mundur dari American Horror Story Musim 13: Prioritas Tur Eternal Sunshine Mengalahkan Proyek Horor

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago
Trimakasih untuk Jurnalis RI News Lee Anno Yogyakarta, yang selalu mengawal kegiatan Kodim 073/Kulon Progo
Kepala MTsN 3 Klaten, Mukarom Faisal Rosidin, S.Pd.I., M.Si.
Iklan Kemerdekaan RI Ke-81
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. A mengenai Dinamika Mobilisasi Komando Operasional: Penguatan Rayonisasi Taktis Brimob Polri dalam Mitigasi Ekologis Karhutla di Kabupaten Melawi
  2. Zulfian andesta mengenai Restorasi Pusat Niaga Slogohimo: Reaktualisasi Infrastruktur Ekonomi Pasar Tradisional Berbasis Akuntabilitas Publik
  3. A mengenai Petaka Petang di Tawangsari: Refleksi Kasus Laka Lantas Remaja dan Ancaman Keselamatan Jalan
  4. Tukino mengenai Pengungkapan Pencurian Dua Alat Utama di Padangsidimpuan: Tersangka AFS Ditangkap, Kerugian Rp2,5 Juta
  5. Tukino mengenai Harapan Daun Tembaga: Penambahan Dana Rp34,3 Miliar dan Kemajuan Pembayaran TPP ASN di Subulussalam

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Sinergi Antarsektor dan Integrasi Penanggulangan Karhutla: Kajian Operasional Aman Nusa II di Kabupaten Melawi
  • Deteksi Dini Risiko Keamanan dan Reorientasi Mobilitas Publik dalam Dinamika Aksi Massa Parlemen
  • Ekologi Pesisir Kembali Lestari: Lintas Unsur Gunungkidul Baham Bersih Pantai Ngobaran
  • Dugaan Skandal Transaksional LHP Ombudsman: Direktur PT Toshida Indonesia Hadapi Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor
  • Menggugat Geografi Musik Global: Mengurai Strategi Tur Ekstensif TXT “Steal The Wind” dan Signifikansi Pasar Jakarta
Copyright © RI News Production | MoreNews by AF themes.

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by