RI News. Wonogiri – Sejumlah penerima program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menyampaikan keluhan atas kualitas minyak goreng yang termasuk dalam paket bantuan. Minyakita yang dibagikan dilaporkan mengeluarkan aroma tidak sedap mirip minyak tanah, sehingga menimbulkan keraguan di kalangan warga untuk menggunakannya sebagai bahan masak. Bahkan, beberapa keluarga memilih memanfaatkannya sebagai bahan bakar alternatif.
Paket bantuan CPP tersebut disalurkan pekan lalu kepada keluarga penerima manfaat di Kecamatan Kismantoro dan Kecamatan Giriwoyo. Setiap paket berisi 20 kilogram beras dan dua kantong Minyakita kemasan dua liter. Keluhan utama muncul saat warga mencoba memanaskan minyak tersebut di wajan, di mana aroma menyengat langsung tercium kuat.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, beberapa warga di Kecamatan Kismantoro sempat mencoba menggunakan minyak itu untuk memasak. Namun, hasil masakan dinilai tidak enak dan akhirnya terpaksa dibuang. Keluhan serupa juga datang dari warga di Kecamatan Giriwoyo yang menerima bantuan secara acak.

Camat Kismantoro, Sularto, membenarkan adanya laporan dari masyarakat. “Katanya saat penyaluran awal tidak tercium bau. Warga baru mengetahuinya saat hendak dikonsumsi di rumah. Pembagiannya sendiri sudah selesai pekan lalu,” ujar Sularto kepada wartawan pada Kamis (18/6/2026). Keluhan terjaring dari Desa Miri, Desa Gedawung, dan Kelurahan Kismantoro.
Sementara itu, Camat Giriwoyo Sri Sundoro juga mengakui adanya aduan serupa dari Desa Sirnoboyo dan Desa Selomarto. Menanggapi situasi ini, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Wonogiri segera berkoordinasi dengan Perum Bulog sebagai penyedia bantuan.
Plt Kepala DKPKP Wonogiri, Niken Kuntari, menyatakan pihaknya telah menerima laporan pada Kamis pagi. “Pihak bidang terkait sudah berkoordinasi dengan Bulog. Bulog akan melakukan pengecekan di lapangan dan menghubungi pihak produsennya. Secara petunjuk teknis, komoditas bantuan yang tidak memenuhi syarat kuantitas dan kualitas bisa dilakukan penggantian,” jelas Niken.
Produk Minyakita yang dibagikan diketahui berasal dari produsen di Karanganyar. Sebelumnya, perusahaan tersebut pernah menjadi perhatian Satgas Pangan Polda Jateng pada Maret 2025 terkait isu ketidaksesuaian volume kemasan.
Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi dan potensi penggantian paket bantuan masih terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan program CPP berjalan sesuai standar kualitas yang diharapkan masyarakat.
Pewarta: Nandar Suyadi
Tagline : #MinyakitaBantuan, #CadanganPanganPemerintah, #KeluhanWargaWonogiri, #MinyakGorengBau, #CPPWonogiri, #DKPKPWonogiri, #BantuanPangan, #KualitasMinyakita,

