RI News, Jakarta, 12 Oktober 2026 – Lebih dari separuh rumah adat di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini kembali berdiri. Pemerintah mencatat 40 dari total 75 rumah adat telah dibangun ulang dan terpasang atap, setelah kebakaran melanda permukiman tradisional suku Sasak itu pada akhir Agustus 2026.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa pemulihan terus bergerak setelah masa tanggap darurat resmi berakhir pada 20 September 2026. Menurutnya, fase penanganan kini bergeser dari penyelamatan darurat ke tahap implementasi desain.
“Penanganan kini difokuskan pada implementasi desain dengan fokus utama pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga karakter budaya Sade,” kata Susiwijono dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dari sisi tata kelola, Kemenko Perekonomian bersama Pemerintah Provinsi NTB telah membahas langkah teknis pemulihan. Pembahasan mencakup koordinasi pendanaan, rancangan pembangunan, jadwal penyelesaian, dan pembagian peran antarpihak. Susiwijono menegaskan bahwa kementeriannya bertindak sebagai koordinator bagi kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, serta mitra lainnya agar kebutuhan dana, kesesuaian desain, dan tenggat pekerjaan dapat terpenuhi.
Pada aspek rekonstruksi, rancangan pembangunan kembali telah rampung. Desain tersebut diinisiasi oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dengan dukungan Universitas Mataram dan komunitas adat setempat. Pelibatan perguruan tinggi dan warga adat dalam perancangan ini menunjukkan bahwa rekonstruksi diarahkan pada kesesuaian dengan nilai dan tradisi lokal, bukan sekadar pemulihan fisik. Pelaksanaannya akan didampingi secara teknis oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Selain rumah adat, pengerjaan sejumlah fasilitas umum juga sudah dimulai, antara lain masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum.
Baca juga : Estafet Diplomasi di Gedung Pancasila: Sugiono Serahkan Kemudi Kemlu kepada Arrmanatha Nasir
Di sisi pendanaan, pemerintah menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan donatur melalui rekening penampungan dan rekening khusus bagi setiap kepala keluarga terdampak, agar donasi dapat segera sampai kepada penerima.
Denyut ekonomi warga juga mulai pulih. Kementerian Pariwisata menyalurkan bantuan berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi untuk mendukung kembali aktivitas usaha masyarakat Sade.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan kembali Sade tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi fisik desa, tetapi juga menopang keberlanjutan ekonomi warga, dengan tetap mempertahankan karakter budaya setempat.
Pewarta : Vitalis No
Tagline: #DesaAdatSade, #LombokTengah, #RumahAdat, #NTB, #Rekonstruksi, #KemenkoPerekonomian, #PemulihanEkonomi, #BudayaSasak,
