RI News Portal. Yogyakarta – Menyadari masa purnabakti sebagai fase penting yang penuh transisi, Korem 072/Pamungkas mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan sosialisasi persiapan pensiun. Kolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. dan PT ASABRI (Persero) ini bertujuan membekali sekitar 140 prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan panduan konkret menyongsong kehidupan baru.
Kegiatan yang digelar di Aula Sugiyono Makorem, Selasa (27/1/2026), ini tidak sekadar penyampaian informasi, melainkan dihadirkan sebagai ruang interaktif untuk membangun persiapan holistik. Kolonel Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., S.I.P., selaku Kasi Pers Kasrem yang mewakili Danrem, dalam pembukaannya menekankan bahwa kesuksesan masa pensiun ditentukan oleh perencanaan yang matang.
“Fase purnabakti harus dipandang sebagai pintu menuju peran sosial baru, bukan garis akhir pengabdian. Ketenangan, kemandirian, dan produktivitas di masa itu hanya dapat dicapai dengan kesiapan finansial, mental, dan perencanaan aktivitas yang jelas sejak dini,” tegas Kolonel Handoko. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan momen ini sebagai investasi pengetahuan bagi masa depan mereka.

Dari sisi institusi, sosialisasi menghadirkan perspektif komprehensif. Junaeskam, Kepala Kantor Cabang ASABRI Yogyakarta, memaparkan secara detail manfaat dan program yang dapat diakses peserta. Lebih dari sekadar penjaminan dana pensiun, ASABRI memperkenalkan inisiatif pemberdayaan purna tugas, seperti pendampingan kewirausahaan yang dirancang untuk mengubah masa pensiun menjadi peluang usaha mandiri.
Sementara itu, M. Taqiyuddin, Area Manager BSI Area Yogyakarta, menyoroti pentingnya literasi dan inklusi keuangan syariah dalam menjaga stabilitas ekonomi pascapensiun. Ia membeberkan berbagai instrumen keuangan syariah, mulai dari produk tabungan dan investasi yang sesuai prinsip syariah, hingga skema pembiayaan yang mendukung rencana purna bakti. “Komitmen kami adalah mendampingi Bapak dan Ibu dengan solusi yang berkelanjutan, menjaga kemandirian finansial dari masa pra-pensiun hingga seterusnya,” jelasnya.
Baca juga : Banjir Susulan Melanda Desa Adisana, Brebes: Warga Sudah Siap Antisipasi
Analisis dari kegiatan ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam pendampingan personel militer dan sipil yang akan pensiun. Jika sebelumnya fokus sering kali hanya pada aspek administratif, inisiatif Korem 072/Pamungkas ini mengintegrasikan tiga pilar kunci: jaminan sosial dari negara melalui ASABRI, solusi keuangan etis dari perbankan syariah, dan pembekalan mental dari institusi. Pendekatan kolaboratif ini dinilai lebih efektif dalam membangun resiliensi dan mengurangi kecemasan yang kerap menyertai masa transisi.
Diharapkan, melalui “sekolah purnabakti” ini, para prajurit dan PNS tidak hanya membawa pulang brosur dan formulir, tetapi juga keyakinan serta peta jalan yang jelas untuk menciptakan babak kehidupan pascadinas yang bermakna, produktif, dan terus berkontribusi bagi masyarakat.
Pewarta: Lee Anno

