
RI News Portal. Jakarta, 30 Agustus 2025 – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan urgensi membangun ekosistem pangan yang sehat guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam acara Gerakan Pangan Murah Serentak yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (30/8/2025), Amran menyoroti berbagai anomali yang masih terjadi dalam sistem distribusi pangan di Indonesia.
“Stok pangan melimpah, tapi harga tetap naik. Ini anomali. Kita adalah produsen CPO dan minyak goreng terbesar di dunia, tetapi pernah mengalami kelangkaan minyak goreng,” ungkap Amran, merujuk pada krisis minyak goreng yang melanda tiga hingga empat tahun lalu. Ia menegaskan bahwa meskipun stok tersedia, fluktuasi harga yang tidak wajar masih menjadi tantangan besar.
Untuk mengatasi anomali, khususnya pada komoditas beras, pemerintah telah meluncurkan operasi pasar berskala besar dengan menyediakan pasokan sebanyak 1,3 juta ton. “Kita ingin menghilangkan distorsi pasar dan membangun ekosistem pangan yang sehat,” tegas Amran. Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menerbitkan 17 Instruksi Presiden (Inpres) di sektor pangan untuk menyederhanakan regulasi, sekaligus mendorong optimalisasi lahan dan pencetakan sawah baru guna memperkuat stok pangan nasional.

Amran juga memaparkan capaian signifikan di sektor pertanian. “Stok pangan kita saat ini adalah yang tertinggi dalam sejarah. Nilai Tukar Petani (NTP) ditargetkan 110 persen, tetapi kini telah mencapai 122 persen. Ini adalah hasil kerja keras bersama,” ujarnya dengan optimisme.
Baca juga : Indonesia dan Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kawasan di Tengah Gejolak Global
Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian menunjukkan peningkatan yang disebut Amran sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Dari delapan langkah strategis yang telah dijalankan dalam kurun waktu delapan bulan, Amran menyebut hanya satu langkah tersisa, yaitu pembenahan pasar. “Jika pasar sehat, ekosistem pangan yang sehat akan terwujud,” tandasnya.
Gerakan Pangan Murah Serentak ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan harga pangan dan memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang terjangkau. Dengan pendekatan ini, Kementerian Pertanian berharap dapat menciptakan stabilitas harga dan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pewarta : Yudha Purnama
