RI News Portal. Wonogiri – Upaya preventif menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini kembali digulirkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wonogiri melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak). Kali ini, sasaran adalah ratusan peserta didik usia prasekolah dari Kelompok Belajar Bersinar dan Berseri TK Girimarto, yang mengikuti sesi edukasi interaktif pada Selasa, 3 Februari 2026.
Kegiatan berlangsung di Gedung PGRI Girimarto, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, dan dihadiri 136 anak didik serta 22 guru pendamping. Dengan metode pembelajaran berbasis permainan (play-based learning), petugas Satlantas memperkenalkan konsep dasar keselamatan berkendara, mulai dari pemahaman rambu lalu lintas, teknik mengenakan helm standar secara benar, hingga prosedur menyeberang jalan yang aman dan disiplin.
Pendekatan ini bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan strategi pembentukan sikap sejak dini yang berbasis psikologi perkembangan anak. Melalui simulasi sederhana dan interaksi langsung, anak-anak diajak menginternalisasi nilai-nilai keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan kewajiban yang dipaksakan.

AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., Kasi Humas Polres Wonogiri—mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M.—menegaskan bahwa Polsanak merupakan instrumen strategis Polri dalam membangun generasi yang sadar hukum dan keselamatan.
“Kami sengaja memilih pendekatan yang menyenangkan karena pada usia ini, pembelajaran paling efektif terjadi melalui permainan dan kedekatan emosional. Tujuan utamanya adalah menjadikan tertib lalu lintas sebagai nilai yang melekat seumur hidup, sekaligus membentuk persepsi positif terhadap aparat kepolisian sebagai pelindung dan sahabat masyarakat,” ujar AKP Anom Prabowo.
Lebih lanjut, ia menjelaskan dimensi sosial dari program ini. Dengan mendekatkan sosok polisi kepada anak-anak melalui aktivitas ceria, Polres Wonogiri berupaya mengikis stereotip negatif dan membangun rasa aman serta kepercayaan sejak usia belia. Hal ini sejalan dengan paradigma community policing yang menekankan kedekatan institusi negara dengan warga, khususnya kelompok rentan.
Baca juga : Polres Wonogiri Perkuat Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan Layanan Kesehatan Gratis di Terminal Ngadirojo
Sepanjang pelaksanaan, suasana berlangsung kondusif, aman, dan penuh antusiasme. Tidak ada hambatan signifikan yang mengganggu proses edukasi, menunjukkan kesiapan logistik dan koordinasi yang baik antara Satlantas, pihak sekolah, serta komunitas setempat.
Komitmen Polres Wonogiri untuk memperluas program semacam ini di berbagai wilayah kecamatan menjadi sinyal kuat bahwa pencegahan kecelakaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, melainkan juga investasi pendidikan karakter di tingkat paling dasar. Jika kebiasaan positif tertanam sejak kanak-kanak, harapan menurunkan angka pelanggaran dan fatalitas di jalan raya pada masa depan menjadi lebih realistis.
Pewarta: Nandang Bramantyo

