RI News Portal. Oslo – Lembaga Nobel Norwegia secara tegas menegaskan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian tidak dapat dipindahtangankan, dibagikan, atau didedikasikan secara resmi kepada pihak lain setelah pengumuman resmi dilakukan. Pernyataan ini disampaikan Jumat (9/1/2026) waktu setempat, menanggapi pernyataan pemimpin oposisi Venezuela María Corina Machado yang menyatakan keinginannya untuk “memberikan” atau “membagikan” penghargaan yang baru saja diterimanya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam wawancara eksklusif dengan jaringan televisi Amerika pada Senin lalu, Machado—yang dianugerahi Nobel Perdamaian 2025 atas perjuangan panjangnya melawan rezim otoriter di Venezuela—menyatakan rasa terima kasih mendalam atas peran Trump dalam operasi penangkapan Nicolás Maduro yang dilakukan intelijen dan pasukan khusus AS pada akhir 2025.
“Saya ingin bisa bertemu langsung dengannya dan menyampaikan bahwa penghargaan ini, yang sesungguhnya adalah milik seluruh rakyat Venezuela, kami ingin dedikasikan dan bagikan kepadanya. Langkah bersejarah yang diambilnya telah membuka jalan nyata menuju transisi demokrasi,” ujar Machado dengan nada penuh penghargaan.

Tak lama setelah pengumuman Nobel pada Oktober 2025, Machado memang secara publik menyatakan dedikasi penghargaan tersebut kepada Trump serta rakyat Venezuela. Pernyataan tersebut memicu spekulasi luas di kalangan pengamat politik internasional, terutama karena Trump sejak awal periode keduanya secara terbuka menyatakan ambisi untuk memenangkan Nobel Perdamaian—penghargaan yang hingga kini belum pernah ia raih.
Namun Norwegian Nobel Institute menegaskan kembali prinsip dasar yang telah berlaku selama lebih dari satu abad: “Keputusan Komite Nobel bersifat final, tidak dapat ditarik kembali, tidak dapat dialihkan, dan tidak dapat dibagi kepada pihak lain. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau organisasi yang namanya tercantum dalam pengumuman resmi.”
Sementara itu, sikap Presiden Trump terhadap situasi Venezuela pasca-penangkapan Maduro menunjukkan pilihan politik yang berbeda. Trump secara konsisten menyatakan dukungannya kepada Delcy Rodríguez—mantan Wakil Presiden era Maduro yang kini menjabat sebagai Presiden sementara—sebagai figur transisi yang dianggapnya lebih realistis memiliki legitimasi dan dukungan internal.
Baca juga : Trump Perkuat Kendali atas Pendapatan Minyak Venezuela melalui Perintah Eksekutif Baru
Dalam perbincangan yang sama pada Kamis (8/1/2026), Trump menyebut Machado sebagai “wanita yang sangat baik dan berani”, namun menambahkan bahwa “saat ini ia belum memiliki basis dukungan yang cukup kuat di dalam negeri untuk memimpin proses transisi.” Trump juga mengonfirmasi bahwa Machado dijadwalkan berkunjung ke Washington minggu depan, dan menyebut kemungkinan “penawaran” hadiah Nobel dari sang penerima sebagai “suatu kehormatan besar”.
Pengamat hubungan internasional menilai pernyataan Machado sebagai langkah simbolis yang kuat untuk mempertahankan citra Trump sebagai aktor kunci dalam perubahan politik Venezuela, sekaligus menjaga momentum dukungan internasional bagi perjuangan oposisi. Namun secara yuridis dan prosedural, Norwegian Nobel Institute telah menutup ruang interpretasi lebih lanjut terkait perpindahan atau pembagian penghargaan.
Hingga berita ini diturunkan, tim komunikasi María Corina Machado belum memberikan tanggapan resmi atas klarifikasi yang disampaikan lembaga Nobel Norwegia tersebut.
Pewarta : Setiawan Wibisono

