RI News. Semarang – Lebih dari 550 warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang memenuhi Aula Rumah Dinas Wali Kota di kawasan Manyaran, Selasa (24/2/2026) malam, untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Tarawih keliling yang digelar Pemerintah Kota Semarang sepanjang bulan Ramadan 1447 H, sebagai wujud komitmen membangun kedekatan antara aparatur pemerintahan dan berbagai elemen masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pengurus DPD LDII Kota Semarang, termasuk Ketua DPD beserta pengurus, serta perwakilan dari 16 pimpinan cabang LDII di tingkat kecamatan se-Kota Semarang. Petugas ibadah malam itu diisi oleh kader LDII: penceramah Drs. H. Mulyadi, imam Ustadz Ahmad Naser, S.Ag., serta bilal Musa Abdurachman Syuhada.
Mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Drs. Kusnandir, MM, menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi warga LDII yang tetap antusias meski cuaca musim hujan tidak mendukung. “Awalnya kami khawatir hujan deras membuat warga enggan keluar rumah, tetapi Aula Rumah Dinas ini justru penuh sesak. Ini menunjukkan semangat ibadah yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Kusnandir, program salat Tarawih bersama di rumah dinas bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana konkret untuk mempererat sinergi pemerintah-masyarakat. Sepanjang Ramadan tahun ini, berbagai kelompok masyarakat secara bergantian turut serta, dan kehadiran LDII semakin menguatkan nilai kebersamaan di tengah bulan suci.
“Partisipasi aktif LDII mempertegas bahwa ibadah kolektif dapat menjadi perekat sosial. Kami sangat menghargai inisiatif ini dan berharap semangat serupa terus terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Semarang Sunarto menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kota Semarang atas kesempatan memanfaatkan rumah dinas sebagai tempat ibadah. Ia menilai kebijakan tersebut membawa berkah tersendiri bagi warga.
“Kami meyakini rumah dinas ini sengaja dijadikan ruang barokah oleh Ibu Wali Kota, agar masyarakat mendapat limpahan pahala dan keberkahan melalui ibadah bersama. Jamaah yang hadir malam ini datang dari berbagai penjuru kota, khususnya sekitar Manyaran dan perwakilan cabang-cabang LDII,” papar Sunarto.
Baca juga : Ahli Waris Tanah Warisan di Sukorejo Kendal Diperiksa Polres: Langkah Hukum Demi Kepastian Kepemilikan
Ia juga mengingatkan warga LDII untuk mengoptimalkan Ramadan melalui “5 Sukses Ramadan”: sukses menjalankan puasa, tarawih, tadarus Al-Qur’an, i’tikaf serta meraih Lailatul Qadar, dan menunaikan zakat fitrah. Pendekatan ini, menurutnya, bertujuan meningkatkan kualitas iman dan takwa secara berkelanjutan.
Sunarto menegaskan bahwa kegiatan Tarawih bersama ini diharapkan menjadi momentum memperkuat silaturahmi lintas komunitas, tidak hanya di internal LDII, tetapi juga dengan masyarakat umum dan pemerintah daerah. “Nilai kebersamaan ini seyogianya tidak terbatas pada Ramadan saja, melainkan menjadi budaya sehari-hari di Kota Semarang,” tuturnya.
Sebagai organisasi kemasyarakatan, LDII Kota Semarang menyatakan kesiapan penuh mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan menciptakan masyarakat rukun, damai, dan sejahtera. “Kami terbuka untuk kolaborasi lebih luas, terutama dalam inisiatif-inisiatif kebaikan bersama. Semoga Ramadan tahun ini menjadi titik penguatan hubungan harmonis antara LDII dan Pemerintah Kota Semarang,” pungkas Sunarto.
Kegiatan semacam ini mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjadikan ruang publik—termasuk rumah dinas—sebagai pusat kegiatan spiritual yang inklusif, sekaligus memperkokoh harmoni sosial di tengah keberagaman.
Pewarta : Sriyanto

