RI News. Kendal – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal sukses menggelar panen raya ikan nila di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang terletak di area Lapas Terbuka Kendal, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 2026.
Panen raya yang berlangsung di kolam SAE tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kendal Ary Nirwanto beserta jajaran pejabat struktural dan puluhan warga binaan asimilasi. Suasana pagi itu terlihat semarak dengan proses penangkapan ikan yang dilakukan secara gotong royong oleh para warga binaan yang telah terlatih.
Ary Nirwanto menyatakan bahwa kegiatan budidaya dan panen ikan nila ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan wujud konkret kontribusi Lapas Kendal terhadap agenda nasional.

“Melalui panen raya ini, kami berupaya berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan dengan memberdayakan warga binaan melalui kegiatan produktif dan bernilai ekonomi. Selain menjadi bekal keterampilan, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa Lapas mampu menjadi bagian dari solusi atas tantangan nasional,” ujar Ary Nirwanto, Minggu (12/4).
Budidaya ikan nila salin yang dikembangkan di kolam SAE merupakan salah satu program pembinaan kemandirian di bidang perikanan. Seluruh proses pemeliharaan, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan secara terjadwal, hingga pengelolaan kualitas air, dikerjakan langsung oleh warga binaan asimilasi yang telah mengikuti pelatihan intensif.
Dengan hasil panen mencapai setengah ton pada periode kali ini, produksi ikan tersebut akan disalurkan melalui vendor bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Lapas Semarang serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Semarang Raya. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pasokan luar, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program pembinaan lainnya.
Baca juga : Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
Program budidaya ikan di Lapas Terbuka Kendal ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan yang lebih luas, di mana warga binaan tidak hanya menerima pembinaan keterampilan, tetapi juga turut berkontribusi nyata bagi kebutuhan pangan nasional. Keberhasilan panen raya kali ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembinaan berbasis produktivitas mampu memberikan dampak positif baik bagi individu warga binaan maupun bagi masyarakat luas.
Dengan terus dikembangkannya sarana asimilasi dan edukasi semacam ini, Lapas Kendal berharap dapat semakin memperkuat peran institusi pemasyarakatan sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Pewarta : Ragil Surono

