RI News Portal. Jembrana, 7 Desember 2025 – Seorang petani lansia berusia 71 tahun ditemukan meninggal dunia dalam kondisi menyendiri di gubuk kebunnya di Banjar Baler Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Sabtu (6/12) sore. Penemuan jenazah yang sudah mengeluarkan bau busuk itu menjadi pengingat akan kerentanan warga lanjut usia yang hidup terpisah dari keluarga di wilayah pertanian terpencil Bali barat.
Korban atas nama I Nengah W diketahui tinggal seorang diri di gubuk sederhana di area kebunnya. Bau busuk yang semakin menyengat sejak Jumat sore awalnya diduga berasal dari bangkai hewan. Namun pada Sabtu siang, seorang saksi yang juga merupakan anak kandung korban memutuskan memeriksa sumber bau tersebut dan menemukan ayahnya sudah terbujur kaku dalam posisi miring ke kiri.
Laporan segera disampaikan melalui Kelian Dinas Banjar setempat kepada Bhabinkamtibmas Desa Yehembang. Dalam waktu kurang dari satu jam, personel piket Polsek Mendoyo bersama Tim Identifikasi Polres Jembrana telah tiba di lokasi. Pemeriksaan medis awal oleh tenaga kesehatan Puskesmas I Mendoyo dan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin AIPTU I Putu Budiarta menyimpulkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia tiga hingga empat hari sebelum ditemukan.

“Kondisi jenazah yang sudah memasuki tahap pembusukan lanjut membuat penyebab pasti kematian sulit ditentukan hanya dari pemeriksaan luar,” jelas sumber di Polres Jembrana. Keluarga korban menyatakan tidak akan menuntut otopsi dan telah mengikhlaskan kepergian almarhum. Jenazah saat ini dititipkan di RSU Negara menunggu hari baik untuk upacara ngaben sesuai adat Hindu Bali.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menekankan bahwa respons cepat yang ditunjukkan jajarannya tidak lepas dari peran strategis Bhabinkamtibmas dan aparat banjar sebagai ujung tombak deteksi dini di tingkat desa.
“Keberadaan Bhabinkamtibmas dan hubungan baik dengan kelian banjar serta kelian dinas membuat informasi bisa sampai ke kami dalam hitungan menit. Ini membuktikan sistem kamtibmas berbasis desa yang selama ini kami bangun benar-benar berfungsi,” ujar Kompol Sartika.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Jembrana IPDA I Putu Budi Arnaya menyampaikan duka cita mendalam atas nama Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citru Dewi Suparwari. Ia kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya segera melapor melalui Layanan Polisi 110 jika menemukan situasi mencurigakan, terutama yang menyang melibatkan warga lansia atau penyandang disabilitas yang tinggal sendiri.
Kejadian ini menambah catatan panjang kasus lansia meninggal dalam kesendirian (lonely death) di wilayah pedesaan Bali, di mana mobilitas generasi muda ke kota atau luar pulau meninggalkan orang tua sendirian di kebun atau rumah kecil. Para tokoh masyarakat setempat kini mulai membahas penguatan sistem “Suka Duka” banjar dan pendataan rutin lansia oleh kader posyandu serta Bhabinkamtibmas guna mencegah kasus serupa terulang.
Jenazah I Nengah W rencananya akan dikremasi dalam beberapa hari mendatang setelah seluruh keluarga besar berkumpul dari perantauan. Keluarga hanya berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di alam sana sesuai keyakinan umat Hindu.
Pewarta : Kade NAL

