Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Nasional
  • Langkah Maju Pelindungan PMI: KP2MI dan Kemlu Integrasikan Data untuk Layanan Lebih Cepat dan Aman

Langkah Maju Pelindungan PMI: KP2MI dan Kemlu Integrasikan Data untuk Layanan Lebih Cepat dan Aman

Jurnalis RI News Portal Posted on 3 bulan ago 4 min read
Langkah Maju Pelindungan PMI- KP2MI dan Kemlu Integrasikan Data untuk Layanan Lebih Cepat dan Aman
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 17 Oktober 2025 – Dalam upaya memperkuat jaring pengaman bagi jutaan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tersebar di seluruh dunia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Kamis (16/10) kemarin. Penandatanganan ini menandai era baru kolaborasi antarlembaga, dengan fokus utama pada integrasi data PMI yang selama ini terpisah-pisah, sehingga layanan pelindungan bisa lebih responsif dan tepat sasaran.

Acara berlangsung di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta, dihadiri langsung oleh Menteri P2MI Mukhtarudin dan Menteri Luar Negeri Sugiono. “Hari ini kami menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Luar Negeri terkait pelayanan dan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulis KP2MI yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat (17/10).

Mukhtarudin menekankan bahwa MoU ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan komitmen nyata untuk memastikan PMI—yang sering menghadapi tantangan seperti eksploitasi, kekerasan, atau kesulitan akses layanan—dapat dilindungi secara optimal. “Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi kepentingan pekerja migran Indonesia, khususnya dalam hal pelayanan dan pelindungan bagi mereka,” tambahnya.

Inti dari MoU ini terletak pada integrasi data PMI antara Web SiskoP2MI milik KP2MI dan Peduli WNI milik Kemlu. Saat ini, data PMI sering kali tercerai-berai, menyebabkan keterlambatan penanganan kasus darurat seperti deportasi mendadak atau kehilangan dokumen di negara tujuan. Dengan sinkronisasi ini, informasi seperti status visa, lokasi kerja, dan riwayat perlindungan bisa diakses secara real-time oleh kedua kementerian.

“Integrasi data akan merevolusi cara kami melindungi PMI. Bayangkan, jika seorang PMI di Timur Tengah mengalami masalah, tim Kemlu di kedutaan bisa langsung mengakses data lengkap dari KP2MI tanpa ribet prosedur manual,” jelas pakar hubungan internasional Universitas Indonesia, Dr. Rina Wijaya, yang memantau perkembangan kebijakan migran. Menurutnya, langkah ini selaras dengan rekomendasi Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang menekankan sistem data terintegrasi untuk mengurangi risiko 21,4% PMI Indonesia yang dilaporkan mengalami pelanggaran hak pada 2024.

Selain integrasi data, ruang lingkup MoU mencakup beragam inisiatif strategis:

  • Sinkronisasi kebijakan: Penyelarasan standar penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan PMI agar tidak ada tumpang tindih regulasi.
  • Optimalisasi jejaring: Memanfaatkan akses Kemlu ke pasar tenaga kerja luar negeri untuk membuka peluang kerja yang lebih aman dan layak.
  • Peningkatan kapasitas SDM: Pelatihan bersama bagi petugas di kedutaan dan kantor KP2MI untuk penanganan kasus lebih efektif.
  • Sosialisasi pelindungan: Kampanye massal di daerah pengirim PMI untuk mencegakan penipuan rekrutmen.
  • Penanganan hak pekerja: Mekanisme cepat untuk klaim upah, repatriasi, dan bantuan hukum.

Baca juga : KPK Dalami Jejak Pengadaan LNG di Pertamina: Mantan Sekper Tajudin Noor Ungkap Proses Kontroversial 2011-2021

Dari sudut pandang akademis, MoU ini merepresentasikan model diplomasi ekonomi yang inovatif, di mana perlindungan migran dijadikan instrumen soft power Indonesia. Peneliti migran dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Hasan Basri, menilai inisiatif ini sebagai “lompatan kualitatif” dibandingkan kerjasama bilateral sebelumnya. “Secara teoritis, integrasi data mengadopsi konsep ‘single window system’ seperti di Singapura, yang terbukti mengurangi waktu respons kasus hingga 40%. Di Indonesia, ini bisa menyelamatkan ribuan PMI dari krisis tahunan,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani pun menegaskan urgensi kolaborasi ini. “Penandatanganan MoU merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antar kementerian. Kementerian Luar Negeri adalah mitra strategis kami; hubungan kami sangat erat,” katanya. Aryani menyoroti keterbatasan KP2MI di luar negeri: “Kami tidak bisa mengakses wilayah luar negeri tanpa dukungan Kemlu. Mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam melindungi PMI di lapangan.”

Data internal KP2MI mencatat, pada 2024 saja, lebih dari 6,5 juta PMI berkontribusi remittance senilai Rp 300 triliun bagi perekonomian nasional. Namun, 15% di antaranya mengalami masalah hak asasi, mulai dari pemotongan gaji hingga kekerasan fisik. MoU ini diharapkan memangkas angka tersebut melalui pendekatan preventif.

Sebagai langkah konkret, kedua kementerian berkomitmen menyusun rencana aksi bersama dalam waktu dua minggu ke depan. “Implementasi MoU harus efektif dan memberikan manfaat langsung bagi PMI di seluruh dunia,” tegas Mukhtarudin. Rencana ini mencakup uji coba integrasi data di tiga negara tujuan utama—Arab Saudi, Malaysia, dan Hong Kong—pada November 2025.

Para pakar akademis seperti Dr. Wijaya memperingatkan agar implementasi diawasi ketat oleh parlemen untuk menghindari birokrasi berbelit. “Keberhasilan tergantung pada political will. Jika berhasil, ini bisa jadi model bagi ASEAN dalam mengelola 10 juta migran regional,” tambahnya.

MoU KP2MI-Kemlu bukan hanya tanda tangan di kertas, melainkan janji negara kepada rakyatnya yang berjuang di tanah asing. Bagi jutaan PMI, ini berarti harapan akan perlindungan yang lebih cepat, adil, dan manusiawi—membangun fondasi Indonesia sebagai negara yang peduli pada warganya, di mana pun mereka berada.

Pewarta : Albertus Parikesit

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: KPK Dalami Jejak Pengadaan LNG di Pertamina: Mantan Sekper Tajudin Noor Ungkap Proses Kontroversial 2011-2021
Next: Revitalisasi RS Sumber Waras: Gubernur Pramono Targetkan RS Kelas A Siap 2026, Atasi Kemacetan Layanan Kesehatan Jakarta

Related Stories

Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
3 min read

Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul
2 min read

Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik
2 min read

Legislator Pontianak Dukung Penuh Skema Buy The Service untuk Transformasi Transportasi Publik

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.