RI News Portal. Tegal – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) “Sepakat” Kota Tegal menunjukkan tekad kuat untuk tumbuh lebih agresif sepanjang tahun 2026. Komitmen tersebut tercermin jelas dari rangkaian keputusan berani yang disahkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Penutup Buku Tahun 2025, yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tubuh koperasi, RAT kali ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, melainkan juga panggung penetapan visi ambisius melalui rencana kerja serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) 2026. Seluruh laporan dan rancangan anggaran tersebut berhasil disetujui secara bulat oleh para anggota yang hadir.
Sekretaris KPRI “Sepakat” Kota Tegal, Roni Andriyanto, menekankan bahwa salah satu sorotan utama rapat adalah langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja internal koperasi. “Alhamdulillah, laporan pertanggungjawaban diterima penuh. Yang menjadi highlight tahun ini adalah kenaikan gaji karyawan secara signifikan,” ungkap Roni.

Ia menjelaskan, sebelumnya masih ada sebagian karyawan yang menerima upah di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR) Kota Tegal. Kondisi itu kini telah dibenahi total. “Saat ini seluruh karyawan KPRI Sepakat sudah memperoleh gaji di atas UMR Kota Tegal. Ini wujud nyata komitmen kami terhadap kesejahteraan para penggerak organisasi,” tegasnya.
Perubahan lain yang tak kalah penting adalah reformasi akses layanan pinjaman bagi anggota. Masa tunggu bagi anggota baru untuk mengajukan pinjaman dipangkas drastis dari tiga bulan menjadi hanya satu bulan. Kebijakan ini dirancang guna mempercepat manfaat ekonomi bagi anggota serta menarik lebih banyak pegawai baru bergabung.
Langkah tersebut selaras dengan target ekspansi keanggotaan di tahun 2026, di mana koperasi berencana membuka pintu lebih lebar bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kota Tegal. “Kami akan mengupayakan pola pelayanan yang lebih fleksibel agar P3K di Balai Kota bisa menjadi anggota dengan mudah,” tambah Roni.
Dari sisi keuangan, RAT menetapkan target Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun 2026 mencapai Rp195 juta. Angka tersebut mengalami peningkatan sekitar Rp10–20 juta dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, sekaligus menjadi amanah bagi pengurus untuk diwujudkan.
Inovasi layanan juga menjadi bagian penting dari keputusan rapat. Salah satunya adalah peluncuran program talangan pendidikan yang memungkinkan anggota mengakses pinjaman khusus untuk biaya kuliah S1, S2, hingga S3. “Kami ingin mendukung peningkatan kapasitas anggota tidak hanya secara finansial, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” papar Roni.
Di sisi kemanusiaan, koperasi menerapkan kebijakan penghapusan piutang bagi anggota yang meninggal dunia tanpa ahli waris. Penghapusan dilakukan dengan memanfaatkan dana cadangan piutang yang telah disisihkan sebelumnya. Namun, jika terdapat ahli waris, pengembalian piutang tetap diupayakan secara optimal karena dana tersebut bersumber dari kontribusi anggota untuk kepentingan bersama.

Meski demikian, forum RAT juga menunjukkan sikap hati-hati terhadap peluang kerja sama eksternal, termasuk tawaran program dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Para anggota meminta pengurus untuk mengkaji secara mendalam setiap potensi kolaborasi, memastikan bahwa kerja sama tersebut benar-benar menguntungkan dan tidak membebani organisasi.
Dengan deretan kebijakan strategis yang progresif ini, KPRI “Sepakat” Kota Tegal optimistis dapat memperkokoh posisinya sebagai koperasi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota serta karyawan di tahun 2026 mendatang.
Pewarta: Ikhwanudin

