RI News Portal. Wonogiri – Senin pagi (19/1/2026), hamparan sawah di wilayah Desa Kembang hingga Slogoretno kembali bernapas lega. Puluhan warga bersama personel Koramil 15/Jatipurno Kodim 0728/Wonogiri turun langsung membersihkan saluran irigasi yang selama ini menjadi urat nadi pengairan lahan pertanian setempat.
Dipimpin Pelda Agus, anggota Koramil setempat bersama masyarakat bahu-membahu mencabut rumput liar yang lebat, mengangkat tumpukan ranting, serta membersihkan berbagai sumbatan yang menghalangi aliran air. Kegiatan karya bakti ini melintasi titik-titik kritis dari hulu Desa Kembang hingga muara di Desa Slogoretno, menjangkau hampir sepanjang jalur irigasi primer dan sekunder yang melayani ratusan hektare sawah.
Menurut Pelda Agus, aksi ini jauh lebih dari sekadar kerja bakti rutin. “Kami ingin memastikan air bisa mengalir lancar ke setiap petak sawah. Penyumbatan akibat rumput liar dan sampah yang terbawa arus sering membuat petani kesulitan di musim tanam,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa saluran irigasi yang tersumbat tidak hanya mengancam hasil panen, tetapi juga berpotensi memicu masalah lingkungan yang lebih serius. “Jika sampah menumpuk dan aliran terhambat, risiko tanah longsor di bantaran saluran meningkat, terutama saat hujan deras. Itu sebabnya kami mengimbau warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke badan saluran,” tegas Pelda Agus.
Lebih lanjut, prajurit TNI AD itu menekankan pentingnya keberlanjutan. “Saluran irigasi adalah aset bersama yang harus dijaga secara rutin dan berkesinambungan. Jika alirannya optimal, petani bisa menanam dengan tenang, panen meningkat, dan kesejahteraan keluarga petani ikut terdongkrak,” katanya.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini terbilang luar biasa. Dari ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, hingga petani lansia, semuanya terlibat aktif dengan semangat gotong royong yang kental. Beberapa warga mengaku merasakan manfaat langsung dari kebersihan saluran yang mulai terlihat hari itu.
Baca juga : OJK Luncurkan Instrumen Hukum Baru: Gugatan Institusional untuk Lindungi Konsumen Jasa Keuangan
“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang selalu peduli. Tanpa mereka, mungkin saluran ini sudah lama tidak dibersihkan sepanjang ini,” ungkap salah seorang warga Desa Slogoretno sembari menyeka keringat.
Kegiatan seperti ini diyakini menjadi contoh nyata sinergi antara institusi pertahanan dan masyarakat sipil dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan lahan pertanian, upaya menjaga infrastruktur irigasi menjadi langkah strategis yang tidak boleh diabaikan.
Dengan semangat yang sama, warga berharap aksi serupa dapat terus digalakkan secara periodik, sehingga sektor pertanian di wilayah ini tetap kokoh sebagai penopang kehidupan desa.
Pewarta: Nandar Suyadi

