Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Konflik Berkepanjangan: Aspirasi Masyarakat Angkola Timur dan Sipirok Melalui Demonstrasi Damai di DPRD Tapanuli Selatan

Konflik Berkepanjangan: Aspirasi Masyarakat Angkola Timur dan Sipirok Melalui Demonstrasi Damai di DPRD Tapanuli Selatan

Jurnalis RI News Portal Posted on 4 bulan ago 4 min read
Aspirasi Masyarakat Angkola Timur dan Sipirok Melalui Demonstrasi Damai di DPRD Tapanuli Selatan
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Padangsidimpuan, 9 September 2025 – Di tengah ketegangan yang telah berlangsung bertahun-tahun antara masyarakat lokal dan perusahaan pulp raksasa PT Toba Pulp Lestari (TPL), ratusan warga dari Kecamatan Angkola Timur dan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Senin, 8 September 2025. Aksi ini bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan manifestasi dari akumulasi konflik agraria yang telah merusak harmoni sosial-ekonomi di wilayah tersebut, mencerminkan dinamika ketidakadilan struktural dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia pasca-reformasi.

Demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 10 pagi itu menarik perhatian karena sifatnya yang terorganisir dan damai, dengan peserta yang terdiri dari petani, tokoh masyarakat, dan perwakilan keluarga korban dugaan intimidasi oleh PT TPL. Mereka membawa spanduk dan poster yang menyerukan keadilan, sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan Batak yang simbolis, menekankan identitas budaya mereka dalam perlawanan terhadap korporasi. Menurut pengamatan lapangan, massa menuntut pertemuan langsung dengan Ketua DPRD Tapsel, Rahmat Nasution, untuk mendapatkan penjelasan atas berbagai isu yang mereka anggap sebagai pengkhianatan terhadap rakyat. “Kami bukan mencari konfrontasi, tapi kejelasan dan keadilan,” ujar salah seorang koordinator aksi yang enggan disebutkan namanya, menggarisbawahi esensi aspirasi mereka.

Konflik ini bukan hal baru; catatan sejarah menunjukkan bahwa PT TPL, yang dulunya dikenal sebagai PT Indorayon, telah terlibat dalam sengketa lahan dengan masyarakat Tapanuli Selatan sejak awal 2000-an, dengan puncak ketegangan pada 2013 dan berlanjut hingga 2024, di mana warga sering menggelar unjuk rasa menuntut penghentian operasi perusahaan karena dugaan penyerobotan lahan dan kerusakan lingkungan. Pada Juni 2024, misalnya, ratusan massa pernah menggeruduk kantor bupati dengan tuntutan serupa terkait pengerusakan lahan perkebunan. Kini, di 2025, isu ini semakin rumit dengan dugaan intimidasi dan provokasi dari pihak perusahaan, yang menurut demonstran telah mengabaikan hak-hak masyarakat atas tanah adat dan areal perkebunan.

Dalam aksi kemarin, masyarakat menyampaikan serangkaian tuntutan yang mendalam, mencakup aspek hukum, administratif, dan sosial. Pertama, mereka meminta penjelasan dari Ketua DPRD terkait hasil notulen rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada poin 3 huruf g, khususnya mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan tentang perizinan berusaha pemanfaatan hutan oleh PT TPL. Kedua, tuntutan mencakup pencabutan hasil notulen rapat Forkopimda sebelum adanya rapat lanjutan pasca-pertemuan serap aspirasi pada 16 Mei 2025 di desa-desa setempat. Ketiga, masyarakat menuntut pertanggungjawaban Asisten 1 terkait notulen rapat 14 Maret 2024 tentang luas areal konsesi PT TPL seluas 13.265 hektar, beserta penunjukan tapal batas yang jelas.

Baca juga : Mahasiswa dan Pedagang Madina Bersatu: Protes Massal terhadap Kebijakan Daerah yang Dinilai Anti-Rakyat

Lebih lanjut, tuntutan keempat adalah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD untuk menyelesaikan permasalahan dengan PT TPL, terutama penetapan tapal batas dan tindakan intimidasi terhadap masyarakat. Kelima, mereka meminta jawaban dari Bupati Tapanuli Selatan terkait notulen rapat Forkopimda 26 Agustus 2025, di mana luas areal konsesi PT TPL berubah menjadi 14.496,41 hektar akibat perambahan 1.231,41 hektar, yang bertentangan dengan poin sebelumnya. Keenam dan ketujuh, masyarakat mendesak penyelesaian segera poin 4 dan poin A dari notulen 26 Agustus 2025, yakni ganti rugi atas lahan perkebunan yang telah ditumbang dan dikuasai PT TPL di areal penggunaan lain (APL), dengan korban masyarakat sebagai prioritas.

Tuntutan kedelapan adalah penjelasan dari bupati terkait poin 5 notulen tersebut, mengenai masyarakat pemilik kebun yang telah menanami areal hutan produksi hingga maksimal 2 hektar per kepala keluarga. Kesembilan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2004 tentang Tapal Batas, mereka meminta salinan putusan bupati terhadap tim yang telah menentukan tapal batas di areal konsesi PT TPL. Kesepuluh, Forkopimda diminta menghentikan operasi PT TPL dalam menumbang atau menanami lahan masyarakat sebelum penentuan tapal batas yang melibatkan unsur masyarakat. Kesebelas, pencopotan Camat Angkola Timur karena dianggap tidak berpihak pada masyarakat dan telah menyatakan sikap yang merugikan. Terakhir, keduabelas, pembebasan Bandaharo Harahap yang ditahan di Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan, mengingat telah ada perdamaian pada 1 Juli.

Respon dari kalangan DPRD menunjukkan dukungan yang signifikan terhadap aspirasi masyarakat. Ketua Fraksi Golkar DPRD Tapsel, Andesmar Siregar, menyatakan dukungan penuh untuk pembentukan Pansus guna mengakhiri konflik berkepanjangan ini. Ia menekankan agar pihak perusahaan, pemerintah kabupaten, dan aparat memberikan keterangan dengan hati nurani di hadapan masyarakat. Senada dengan itu, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, Armen Sanusi Harahap, beserta Eddi Arriyanto Hasibuan dan Nurhayati Pane dari Fraksi Golkar, menyuarakan dukungan tegas. Menurut Armen, klaim perusahaan atas lahan masyarakat sangat mengejutkan karena tidak didukung dokumen resmi atau pilar batas, dan aksi ini mencerminkan keresahan warga akibat klaim sepihak PT TPL.

Demonstrasi berlangsung aman dan terkendali, dikawal langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Tapanuli Selatan, tanpa insiden kekerasan. Namun, implikasi akademis dari peristiwa ini layak dicermati: konflik agraria seperti ini tidak hanya mengancam stabilitas sosial, tetapi juga menyoroti kegagalan regulasi nasional dalam melindungi hak masyarakat adat terhadap korporasi multinasional. Penelitian mendalam diperlukan untuk menganalisis dampak jangka panjang terhadap ekosistem lokal dan ekonomi rumah tangga, mengingat sejarah serupa di wilayah ini telah menimbulkan migrasi paksa dan penurunan kesejahteraan. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan segera merespons untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Pewarta : Adi Tanjoeng

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Mahasiswa dan Pedagang Madina Bersatu: Protes Massal terhadap Kebijakan Daerah yang Dinilai Anti-Rakyat
Next: Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 16 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.