RI News Portal. Kubang Rasau, Lareh Sago Halaban, Payakumbuh – Di lereng bukit yang dikelilingi hamparan sawah dan kebun di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas (UNAND) Padang tahun 2026 sedang menulis babak baru pengabdian masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler, mereka tidak sekadar menerapkan teori di lapangan, melainkan membangun fondasi perubahan nyata bersama warga desa.
Sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, KKN ini menjadikan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) sebagai senjata utama untuk mengatasi tantangan pertanian di pedesaan. Di Desa Kubang Rasau, Kecamatan Lareh Sago Halaban, mahasiswa berfokus pada pemberdayaan petani, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.
Ademz, salah seorang mahasiswa peserta KKN dari Fakultas Pertanian, menekankan semangat gotong royong sebagai inti dari seluruh kegiatan. “Kami bukan datang untuk mengajar, tapi belajar bersama. Kebersamaan itu yang membuat segalanya mungkin,” ujarnya sembari menunjuk taman desa yang baru rampung dibangun secara kolektif. Taman tersebut, yang dirancang dengan konsep hijau dan multifungsi, menjadi simbol kolaborasi: tempat istirahat warga, edukasi anak-anak tentang tanaman, sekaligus lahan demonstrasi pertanian berkelanjutan.

Program kerja yang dijalankan mencakup empat pilar utama. Pertama, pemberdayaan petani melalui penyuluhan intensif tentang praktik bertani ramah lingkungan, pengendalian hama terpadu, serta keberlanjutan lahan. Mahasiswa juga memperkenalkan teknologi tepat guna yang sesuai kondisi lokal, seperti alat pengolahan sederhana untuk menambah nilai jual hasil panen—misalnya pengeringan cabai atau pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian. Hasilnya, petani mulai melihat peningkatan produktivitas dan pendapatan rumah tangga.

Kedua, bagi mahasiswa sendiri, KKN menjadi laboratorium hidup. Mereka mempraktikkan ilmu agronomi, ilmu tanah, pengendalian hama, hingga agribisnis langsung di lapangan. Tantangan riil seperti variasi cuaca, serangan organisme pengganggu tanaman, dan keterbatasan sumber daya melatih kemampuan analisis masalah serta pencarian solusi praktis. Pendekatan multidisiplin juga diterapkan, di mana mahasiswa belajar berkolaborasi lintas ilmu sambil berbaur dengan masyarakat.
Baca juga : Piknik Asyik Tanpa Panik: PKK Dusun Pulo Eromoko Perkuat Kebersamaan di Lereng Lawu
Ketiga, pembangunan desa menjadi prioritas melalui pemetaan potensi sumber daya alam setempat. Inovasi seperti pengenalan budidaya hidroponik skala kecil, pertanian organik berbasis limbah, dan pengelolaan kompos menjadi angin segar bagi warga. Upaya ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan desa, tapi juga membuka peluang ekonomi baru di tengah ancaman perubahan iklim.
Keempat, dampak sosial tak kalah penting. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator perubahan, membangun kepedulian generasi muda kampus terhadap realitas pedesaan. Mereka mendorong pola pikir petani beralih ke cara bertani modern yang lebih efisien, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal seperti gotong royong. “Melihat senyum petani saat panen meningkat atau anak-anak desa antusias belajar di taman baru, itu yang membuat kami merasa pengabdian ini bermakna,” tambah Ademz.

Di tengah ribuan mahasiswa UNAND yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Barat pada periode KKN 2026, inisiatif di Kubang Rasau menonjol karena menggabungkan aspek teknis pertanian dengan sentuhan humanis. Taman desa yang dibangun bukan sekadar infrastruktur, melainkan ruang bersama yang mengikat harapan petani, mahasiswa, dan generasi mendatang.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi desa-desa lain: bahwa pengabdian perguruan tinggi bukanlah proyek sementara, melainkan katalisator perubahan berkelanjutan yang lahir dari kebersamaan dan ilmu yang diterapkan dengan hati.
Pewarta : Mayang Sari


Hadir ….!!!!!
Selamat pagi buat rekan² semua, semoga kita selalu sehat
123
Saya sebagai kepala jorong kubang rasau,berterimakasih kepada anak KKN UNAND PADANG yang telah melakukan beberapa prokernya dijorong Kubang Rasau terutama di bidang pertanian sehingga masyarakat sudah mengerti banyak sedikitnya bagaimana cara memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yg bermanfaat bagi kesuburan tanaman.mudah mudahan kedepannya kubang rasau semakin maju,indah dan berprestasi.aminn….
“Terima Kasih adiak Uni Mayang Sari”
Ri niws selalu terdepan 🙏🙏🙏