Skip to content
19/01/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Budaya
  • Hiburan
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Regional
  • Kesehatan Mental yang Stabil Menentukan Keputusan Finansial yang Bijak: Perspektif Psikologi Klinis

Kesehatan Mental yang Stabil Menentukan Keputusan Finansial yang Bijak: Perspektif Psikologi Klinis

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 bulan ago 2 min read
Perspektif Psikologi Klinis
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta – Olphi Disya Arinda, M.Psi., Psikolog, psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia yang berpraktik di Mayapada Medical Center Kuningan, menegaskan bahwa kesehatan mental yang optimal merupakan prasyarat penting bagi pengambilan keputusan finansial yang rasional dan berkelanjutan. Dalam paparannya pada sebuah diskusi temu media di Jakarta, Selasa (2/12), Disya menyatakan bahwa gangguan pada kondisi kejiwaan dapat secara signifikan mengubah cara seseorang menilai risiko, mengelola impuls, dan merencanakan masa depan keuangan.

“Pengambilan keputusan finansial tidak pernah terisolasi dari kondisi psikologis individu,” ujar Disya. “Ketika kesehatan mental tidak diprioritaskan, orang cenderung membuat pilihan yang tampak melegakan secara instan, tetapi justru merugikan di kemudian hari.”

Menurut Disya, individu dengan kesehatan mental yang stabil—ditandai oleh tidur berkualitas, pengelolaan stres yang efektif, serta keseimbangan emosi—memiliki kapasitas lebih baik untuk:

  • Merumuskan rencana keuangan jangka panjang
  • Menahan dorongan impulsif (impulse buying)
  • Mengevaluasi risiko secara proporsional
  • Berpikir strategis dan antisipatif

Sebaliknya, kondisi stres kronis atau akut dapat memicu distorsi kognitif yang ekstrem. Penelitian yang dirujuk Disya menunjukkan bahwa saat otak berada dalam mode “fight-or-flight” yang berkepanjangan, sistem dopaminergik menjadi hiperaktif dalam mencari reward cepat. Akibatnya, seseorang bisa menjadi terlalu berani mengambil keputusan berisiko tinggi (high-risk investment, pinjaman konsumtif berbunga besar) atau justru terlalu penghindar hingga menunda kewajiban dasar seperti membayar tagihan, menabung, atau berinvestasi.

“Stres membuat kita ingin segera keluar dari rasa tidak nyaman,” jelas Disya. “Belanja barang mewah yang tidak diperlukan, judi online, atau bahkan ‘retail therapy’ sering kali dipilih sebagai pelarian sementara. Padahal itu hanya ilusi kebahagiaan yang berujung pada penyesalan dan beban finansial baru.”

Disya juga menggarisbawahi bahwa kekayaan materi semata tidak cukup menjamin kesejahteraan jika tidak didukung kondisi mental yang sehat. “Banyak uang belum tentu membeli kebahagiaan jika pengelolaannya didorong oleh mekanisme kompensasi psikologis yang tidak sehat,” tegasnya.

Baca juga : Dualisme Pengaturan Desa: Antara Entitas Kultural dan Bagian Struktur Negara

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan literasi keuangan dengan literasi kesehatan mental sebagai dua sisi mata uang yang sama. Pola pengelolaan uang yang konsisten—seperti menyisihkan dana darurat, berinvestasi secara bertahap, dan menghindari utang konsumtif—hanya dapat terwujud ketika seseorang memiliki kapasitas regulasi emosi dan pengambilan perspektif jangka panjang yang memadai.

“Memprioritaskan kesehatan mental sebenarnya adalah bentuk proteksi finansial jangka panjang yang paling mendasar,” tutup Disya. “Kerugian terbesar sering kali bukan karena kurangnya informasi pasar, melainkan karena keputusan yang diambil dalam kondisi kejiwaan yang terganggu.”

Pernyataan ini semakin relevan di tengah meningkatnya kasus gangguan kecemasan dan depresi pasca-pandemi, yang turut berkorelasi dengan lonjakan utang rumah tangga dan perilaku konsumtif berlebihan di kalangan masyarakat urban Indonesia.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...
Tags: #pendidikan #psikologi

Post navigation

Previous: Dualisme Pengaturan Desa: Antara Entitas Kultural dan Bagian Struktur Negara
Next: Istana Panggil Kepala Badan Logistik Pertahanan di Tengah Kritik Distribusi Bantuan Banjir Sumatra

Related Stories

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren
3 min read

Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
2 min read

Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
'raj 2026
2 min read

Lonjakan Penumpang Kereta Api di Sumatera Utara pada Penutupan Libur Isra Mi’raj 2026

Jurnalis RI News Portal Posted on 15 jam ago 0
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Sami.s mengenai Kota Kediri Naik Kelas: Predikat “Sangat Inovatif” dalam Innovative Government Award 2025
  2. Sami.s mengenai Dugaan Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Pesisir Selatan: Antara Keluhan Masyarakat dan Kebijakan Pembatasan Provinsi
  3. Adi tanjoeng mengenai Petugas Karantina Ketapang Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Dilindungi CITES di Banyuwangi
  4. Sugeng Rudianto mengenai Polres Wonogiri Perkuat Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Edukasi Dini di Sekolah Dasar
  5. Sami.s mengenai Iran dan Rusia Sepakat Perluas Model Kerja Sama Pertanian ke Sektor Strategis Lainnya

Berita Video

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Awal Tahun 2026: Lonjakan Produksi Industri Manufaktur Tunjukkan Ketahanan Ekonomi Nasional
  • Prabowo dan Jokowi Bersama Sahkan Ijab Kabul: Momen Hangat di Pernikahan Orang Kepercayaan
  • Doa Bersama Tokoh Adat, Spiritual, dan Lintas Agama Kawal Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara
  • Ribuan Umat Hindu Berdoa di Joglo Pesantren: Klaten Menulis Babak Baru Harmoni Lintas Iman
  • Padang Perluas Akses Pendidikan Internasional melalui Kerja Sama dengan Guangdong
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.