RI News. Jakarta – Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, akan dilakukan sesuai dengan jumlah yang benar-benar dibutuhkan pemerintah daerah sepanjang fase kedaruratan. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah pusat untuk menjaga koordinasi yang cepat dan tepat sasaran di tengah situasi darurat.
“Setiap terjadi bencana, Kementerian Sosial selalu hadir bersama unsur pemerintah lain di lapangan untuk melakukan penanganan, termasuk penyaluran bantuan logistik pada fase kedaruratan,” tegas Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Senin.
Menteri Saifullah menambahkan, pihaknya tidak hanya fokus pada masa darurat. Berbagai bantuan sosial lanjutan juga telah disiapkan untuk masa pasca-kedaruratan, sehingga masyarakat terdampak—termasuk korban gempa di Flores Timur—dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Gempa bumi bermagnitudo 4,7 yang mengguncang Flores Timur pada Rabu (8/4) dini hari telah meninggalkan dampak yang cukup luas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.131 warga terdampak, sebagian di antaranya terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko lanjutan.
Wilayah yang mengalami dampak paling signifikan meliputi Desa Terong, Desa Lamahala Jaya, Dawata, Karing Lamalouk, Waiwerang, serta Ipi Ebang di Kecamatan Adonara. Di Kecamatan Solor Timur, dua desa yakni Motonwutun dan Watobuku juga tercatat sebagai lokasi yang terkena imbas serius.
Berdasarkan pendataan BNPB hingga Sabtu (11/4), tercatat 238 unit rumah warga mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat. Selain itu, tiga rumah ibadah, empat fasilitas pendidikan, dan dua fasilitas umum turut mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Dengan penyaluran bantuan yang disesuaikan langsung dengan data kebutuhan lapangan, Kemensos berharap tidak ada satu pun korban yang terlewatkan dalam penanganan darurat. Langkah ini sekaligus memperkuat sistem respons bencana nasional yang mengutamakan kecepatan, akurasi, dan keberlanjutan dukungan bagi masyarakat yang sedang berjuang pulih dari musibah alam.
Pewarta : Albertus Parikesit

