Skip to content
22/04/2026
  • Facebook
  • Youtube
  • Instagram
RI NEWS

RI NEWS

PORTAL BERITA INDONESIA

baner iklan
Primary Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
    • IstanaBerita seputar Istana
    • PemerintahanBerita seputar Pemerintahan
    • Politik
    • Parlemen
  • Buser Berita
    • TNI/PolriBerita seputar TNI dan Polri
    • KPKBerita seputar KPK
    • Hukum/PolitikBerita seputar Hukum
  • Regional
    • AcehBerita Seputar Aceh
    • DKI JakartaBerita seputar DKI Jakarta
    • Jawa BaratBerita seputar Jawa Barat
    • Jawa TengahBerita seputar Jawa Tangah
    • Jawa TimurBerita seputar Jawa Timur
    • YogyakartaBerita seputar Yogyakarta
    • BaliBerita Seputar Bali
    • BantenBerita seputar Sumatera
    • Nusa TenggaraBerita seputar Nusa Tenggara
    • SumateraBerita seputar Sumatera
    • KalimantanBerita seputar Kalimantan
    • PapuaBerita seputar Papua
    • SulawesiBerita seputar Sulawesi
    • MalukuBerita seputar Maluku
  • Olah Raga
  • Ilmu PengetahuanBerita seputar Ilmu Penegetahuan
  • Budaya
  • Hiburan
  • BisnisBerita seputar Bisnis
  • Redaksi
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Buser Berita TNI/Polri/KPK
  • Kemenkumham Tekankan OMSP Bersifat Subsidier dan Pendukung Sipil dalam Sidang Uji Materi UU TNI di MK

Kemenkumham Tekankan OMSP Bersifat Subsidier dan Pendukung Sipil dalam Sidang Uji Materi UU TNI di MK

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 bulan ago 2 min read
Kemenkumham Tekankan OMSP Bersifat Subsidier dan Pendukung Sipil dalam Sidang Uji Materi UU TNI di MK
Silahkan bagikan ke media anda ...

RI News Portal. Jakarta, 4 Desember 2025 – Dalam sidang lanjutan pengujian formil dan materil Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang TNI, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM menegaskan bahwa perluasan 14 tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) tidak mengarah pada militerisasi sipil, melainkan memperkuat karakter pendukung dan subsidier TNI terhadap institusi sipil.

Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej, dalam keterangannya pada sidang Rabu (3/12) yang dipimpin hakim konstitusi Anwar Usman, Suhartoyo, dan Enny Nurbaningsih, menyatakan bahwa OMSP secara konseptual berbeda secara diametral dengan Operasi Militer untuk Perang (OMP).

“OMSP tidak mengedepankan penggunaan kekerasan atau ancaman kekerasan sebagai instrumen utama. Fokusnya adalah bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan dukungan terhadap pemerintahan sipil dalam situasi krisis yang melebihi kapasitas lembaga sipil,” ujar Edward.

Ia mencontohkan, dalam penanganan bencana alam seperti erupsi gunung api, banjir bandang, atau gempa bumi berskala besar, TNI hanya dikerahkan jika pemerintah daerah menyatakan keterbatasan kapasitas, sarana, dan sumber daya. Prinsip yang sama berlaku pada bantuan pengamanan VVIP, pemberantasan terorisme, pengamanan perbatasan, hingga dukungan pertahanan siber.

Terkait tugas baru “membantu tugas pemerintahan di daerah” dan “membantu mengatasi ancaman pertahanan siber”, Edward menjelaskan bahwa keduanya tetap berada dalam koridor subsidiaritas. Untuk bantuan pemerintahan daerah, mekanismenya merujuk Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 35 Tahun 2011 yang mensyaratkan permintaan tertulis kepala daerah dan persetujuan presiden.

Sementara untuk ranah siber, peran TNI bersifat “mendukung” Badan Siber dan Sandi Negara serta lembaga penegak hukum lainnya, bukan mengambil alih fungsi utama intelijen atau penegakan hukum siber.

“Ketentuan ini justru mencegah tumpang tindih kewenangan dan mempertegas pembagian tugas antarlembaga negara,” tegasnya.

Baca juga : Pemerintah Bidik Transaksi Harbolnas 2025 Capai Rp35 Triliun, Target Kontribusi 30 Persen terhadap Total E-Commerce Desember

Pemerintah juga menegaskan bahwa Pasal 7 ayat (2) UU 3/2025 telah memberikan batasan yang jelas sekaligus kepastian hukum bagi 14 jenis OMSP baru, sehingga tidak dapat ditafsirkan sebagai perluasan kewenangan yang mengarah pada intervensi politik atau supremasi militer atas sipil.

Sidang dengan nomor perkara 197/PUU-XXIII/2025 ini merupakan respons atas permohonan judicial review yang diajukan koalisi masyarakat sipil (Imparsial, YLBHI, KontraS, AJI Indonesia, YLBH APIK Jakarta) bersama tiga pemohon perorangan. Para pemohon antara lain mempersoalkan potensi kembalinya dwifungsi ABRI melalui perluasan OMSP serta penempatan prajurit aktif di jabatan sipil.

Sidang berikutnya dijadwalkan mendengarkan keterangan dari pihak DPR dan Presiden, sebelum Mahkamah Konstitusi memutuskan apakah ketentuan-ketentuan yang diuji tersebut bertentangan dengan prinsip negara hukum demokratis dan supremasi sipil sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

Pewarta : Anjar Bramantyo

About the Author

Jurnalis RI News Portal

Author

Jurnalis RI News Portal adalah seorang wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalis dan profesiinal di bidangnya.

Visit Website View All Posts

Silahkan bagikan ke media anda ...

Post navigation

Previous: Pemerintah Bidik Transaksi Harbolnas 2025 Capai Rp35 Triliun, Target Kontribusi 30 Persen terhadap Total E-Commerce Desember
Next: Wapres Gibran: Pemerintah Pusat Kerahkan Segala Cara untuk Percepat Pemulihan Bencana di Sumatra

Related Stories

Semangat Kartini dalam Harmoni Orkestra
2 min read

Semangat Kartini dalam Harmoni Orkestra: Danrem 072/Pamungkas dan Ketua Persit Hadiri Konser Warawaditra di Kraton Yogyakarta

Jurnalis RI News Portal Posted on 2 jam ago 0
Danrem 072-Pamungkas Sambut Silaturahmi Cluster GM KHAS Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta
2 min read

Danrem 072/Pamungkas Sambut Silaturahmi Cluster GM KHAS Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta

Jurnalis RI News Portal Posted on 5 jam ago 0
Respons Sigap Polres Mitra Redam Konflik Antar Kelompok di Belang
2 min read

Respons Sigap Polres Mitra Redam Konflik Antar Kelompok di Belang: Masyarakat Akui Keamanan Kembali Terjaga

Jurnalis RI News Portal Posted on 10 jam ago 0
C.I.A Official
#Advestaiment RI_News
#Iklan RI_News
#Iklan RI_News
Berita Video

Komentar

  1. Mayang Sari mengenai Sinergi Pengawasan untuk Pembangunan Berkualitas: Pemprov Sumbar Gandeng BPKP Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran 2026
  2. Sammy Sandinata mengenai Merawat Akar Kebaikan: Khofifah Ajak Muslimat NU Perkuat Gotong Royong di Tengah Arus Modernitas
  3. Adi tanjoeng mengenai Ancaman Emas Hitam: Mengapa Pertambangan Ilegal Luput dari Debat Pemilu Peru 2026
  4. Yudha Puma Purnama mengenai Stabilitas Nasional Terjaga: Pemerintah Prabowo Pertahankan Harga BBM Subsidi di Tengah Gejolak Global
  5. Sugeng Rudianto mengenai Bupati Mandailing Natal Jajaki Kolaborasi Strategis dengan BUMN Sawit untuk Dongkrak PAD melalui Pengelolaan Profesional

Berita Video

 

Berita video mengungkap fakta dengan visual live dan streaming.

Cara Instal Aplikasi RI News Portal di HP kalian ; Download file Zip apk RI News Portal, simpan dan ekstrak file Zip. Kemudian instal ..... enjoy RI News Portal sudah di HP Kalian.

Aplikasi RI News PortalUnduh
Aplikasi RI News PortalUnduh

RI NEWS-Media Portal Berita Republik Indonesia-Menyajikan informasi peristiwa yang teraktual dan terpercaya-Virnanda Creator Production adalah media pemberitaan yang berdedikasi tinggi untuk menyampaikan informasi berkualitas kepada masyarakat. Kami berkomitmen untuk menjadi sumber informasi dunia yang akurat, cepat, dan terpercaya. Kami percaya bahwa informasi yang baik dapat mencerdaskan umat manusia dan menjaga kedamaian dunia. Oleh karena itu, kami berupaya menciptakan dunia yang terbebas dari pertikaian dan permusuhan.

Pos-pos Terbaru

  • Di Balik Sentuhan Tangan: Kisah Praktisi Pengobatan Alternatif dengan Tarif Keiklasan dan Menyembuhkan yang ‘Tak Tertolong’ Dokter
  • Fragmen Iliad Homer yang Tersembunyi di Pelukan Mumi: Rahasia Daur Ulang Sastra Yunani di Tanah Firaun
  • Kemitraan Futuristik di Tengah Gejolak Global: Lee Jae-myung dan Modi Targetkan Perdangan Indo-Korea Capai 50 Miliar Dolar AS
  • Jepang Mengakhiri Tabu Pasifisme: Ekspor Senjata Mematikan Resmi Dibuka di Tengah Ketegangan Indo-Pasifik
  • CIA di Balik Operasi Rahasia Meksiko: Dua Agen AS Tewas dalam Kecelakaan, Picu Ketegangan Diplomatik dengan Trump
Copyright © RI News Production | PT. Virnanda Creator Productions | Editor IT. Setiawan Wibisono.