RI News. Subulussalam – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) melalui Satuan Tugas Intelijen, Reformasi dan Inovasi (SIRI), yang diwakili Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAMINTEL) bersama Jaksa Ahli Muda Imdad Mahatfa Virya, S.H. dan rombongan, pada Rabu 16 September 2026 melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Subulussalam. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peninjauan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dengan fokus utama pada pemantauan kesiapan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Poin peninjauan dimulai dari kawasan pintu masuk perbatasan Kota Subulussalam dengan Provinsi Sumatera Utara, kemudian dilanjutkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Subulussalam yang saat ini difungsikan sebagai lokasi sementara kegiatan belajar mengajar SNT. Peninjauan diakhiri di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan gedung permanen SNT I, Kota Subulussalam.

Di kompleks BLK Subulussalam, tim Kejagung RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran Pemerintah Kota Subulussalam dan instansi vertikal terkait. Dalam forum tersebut, Imdad Mahatfa Virya menegaskan pentingnya keterbukaan komunikasi dan meminta seluruh pihak agar tidak sungkan menyampaikan berbagai hambatan maupun kendala di lapangan, guna dicarikan solusi yang tepat. FGD ini membahas secara komprehensif mengenai kesiapan legalitas lahan SNT, kondisi geografis lokasi pembangunan di Longkib, serta berbagai tahapan kesiapan administrasi lainnya.
Kegiatan diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Subulussalam, Kepala Kejaksaan Negeri Subulussalam, Asisten II Setdako, unsur Kepala Badan dan Kepala Dinas terkait, perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Subulussalam, PLN Subulussalam, Kepala SNT, serta para pemangku kepentingan SNT lainnya. Pada kesempatan yang sama, Imdad Mahatfa Virya mewakili tim JAMINTEL Kejagung RI menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Pemerintah Kota Subulussalam. Ia menyebut Subulussalam bergerak cukup lincah dan cepat secara administratif, sehingga berhasil menjadikan sekolah di wilayah ini sebagai SNT nomor urut 1 di Indonesia. Institusi pendidikan tersebut kini secara resmi diberi nama SNT I, Kota Subulussalam.
Baca juga : Festival Tunas Bahasa Ibu di Wonosari: Pengukuran Kebanggaan Budaya di Tengah Tantangan Modern
Setelah pelaksanaan FGD selesai, tim Kejagung RI bersama rombongan pemerintah daerah langsung menuju Kecamatan Longkib untuk meninjau secara langsung area lahan pembangunan permanen SNT. Kehadiran proyek strategis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, mengingat pembangunan ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan perputaran ekonomi warga di wilayah tersebut, juga terkait dunia Pendidikan.
Pewarta : Jaulim Saran
Tagline: #KejagungSNT, #SubulussalamTerdepan, #ImdadViryaKemerdekaan, #ReformasiPendidikan, #SNTIndonesia,
