RI News. Gedangsari, Gunungkidul – Semangat gotong royong kembali menjadi perekat sosial di Bumi Handayani. Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., secara langsung hadir dan terlibat dalam kegiatan Kepyakan Gotong Royong Tahun 2026 di Padukuhan Suruh, RT 006/RW 012, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari, Jumat (29/5/2026) pagi.
Kehadiran pimpinan tertinggi Polres Gunungkidul tersebut menunjukkan komitmen institusi kepolisian dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini menjadi wujud konkret dukungan Polri terhadap upaya percepatan pembangunan wilayah yang melibatkan Pemkab Gunungkidul, TNI, serta seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, AKBP Damus Asa menyambut baik dan mengapresiasi tinggi semangat “Gayeng Guyub” yang terpancar dari seluruh peserta. Menurutnya, keikutsertaan aktif kepolisian bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial Polri sebagai motor penggerak pembangunan berbasis komunitas.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini demi melestarikan budaya semangat gotong royong di Bumi Handayani. Sinergitas erat antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten, dan warga adalah kunci utama untuk mengatasi berbagai tantangan kewilayahan, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun mitigasi kerawanan bencana,” tegas AKBP Damus Asa.
Kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif ini turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., Danramil 14 Gedangsari Kapten Arh Teddy Wiratmoko, Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto, S.E., serta para pejabat utama Polres Gunungkidul. Pengamanan lapangan dilakukan secara maksimal di bawah koordinasi Kapolsek Gedangsari AKP Tri Hartanto, S.H., M.H.
Baca juga : Kodim 0730/Gunungkidul Tebarkan Berkah Kurban, Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat di Hari Raya Idul Adha
Melalui kerja sama lintas sektor ini, program pengecoran jalan dan pembuatan talud serentak di enam kalurahan se-Kapanewon Gedangsari — yakni Hargomulyo, Mertelu, Serut, Sampang, Watugajah, dan Tegalrejo — dapat berjalan lancar. Program gotong royong berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga memperkuat stabilitas sosial dan ketahanan masyarakat menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan kembali pentingnya nilai gotong royong sebagai modal sosial utama dalam pembangunan daerah yang berbasis kearifan lokal, terutama di wilayah rawan bencana seperti Gunungkidul.
Pewarta: Lee Anno

