RI News, Korea Selatan – Korea Selatan pada Kamis mengumumkan tes sukses rudal hipersonik buatan dalam negeri pertama kali, yang mampu meluncur lima kali kecepatan suara dan menghindari pertahanan rudal tradisional. Presiden Lee Jae Myung menyatakan langkah ini memperkuat pertahanan konvensional negara dan mengamankan target kunci di Semenanjung Korea.
Korea Utara diam-diam merespons dengan tes rudalnya minggu lalu yang mendarat di perairan Jepang. Di tengah ketegangan meningkat setelah ledakan ranjau yang melukai tiga tentara Selatan, kedua negara berusaha menyeimbangkan diplomasi dengan persiapan pertahanan yang lebih tangguh.

Pada 3 Oktober, Pyongyang meluncurkan rudal hipersonik jarak menengah yang diklaim melewati 1.000 kilometer. Korea Selatan mendeteksi lintasan lebih dari 700 kilometer, sementara Jepang mencatat sekitar 680 kilometer. Estimasi berbeda ini membuat Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, mengklaim sekutu Amerika Serikat tidak mampu melacak rudal tersebut dengan akurat selama penerbangan.
Analisis menunjukkan rudal hipersonik ini akan sulit dicegat karena kecepatan dan manuver vertikal-horisonalnya, sehingga mendorong Seoul dan Tokyo untuk memperkuat aliansi pertahanan dengan Washington serta membangun sistem deteksi baru. Lee Jae Myung juga memeriksa rudal balistik Hyunmoo-5 paling kuat sebagai langkah pendukung.
Ketegangan ini mencerminkan tren regional di mana program nuklir Korea Utara dan kemampuan hipersonik menjadi katalisator utama ketidakstabilan di Asia Timur. Persiapan pertahanan yang lebih canggih tidak hanya menjaga stabilitas tetapi juga memungkinkan diplomasi lebih realistis di masa depan.
Pewarta: Setiawan Wibisono
Tagline: #HipersonikKoreaSelatan, #MengubahPerangAsia, #RudalAncamanNyata, #KimJongUn, #DorongArmaBaru, #KoreaSelatanSiapHadapiAncaman, #DeteksiRudalMakinCanggih, #AsiaPasifikButuhPengawasanLebih, #KeamananKonvensionalPrioritas, #HipersonikSenjataDominanBaru,
